Minggu, 19 Juni 2016


contoh vidio movie maker




Dialog Pengkonselingan Individu

DIALOG PENGKONSELINGAN INDIVIDU


Klien               : Assalamualaikum wr.wb.
Konselor          : Wa’alaikum salam wr.wb,
         silahkan masuk. oh Silahkan duduk buk.
                          Bagaimana buk kabarnya hari ini
Klien               : Alhamdulillah baik buk, terima kasih.
                          Maaf sebelumnya,  Boleh saya minta waktu ibuk sebentar.
Konselor          : oh boleh, tidak masalah buk
Klien               : hmhm Jangan panggil saya ibuk, rasanya saya masih muda, saya masih kuliah dan baru semester IV.
Konselor          : Oh,maaf sebelumnya kalau seperti itu, jadi bolehkah saya memanggil Anda dengan sebutan adik ?
Klien               : Boleh buk, Mungkin itu lebih baik dan lebih enak didengar.
Konselor          : Baiklah kalau seperti itu, tapi bolehkah saya bertanya kepada adik kira-kira apa yang membuat adik  berkenan datang ketempat saya ini.
Klien               :Begini buk, saya datang kesini ingin bercerita kepada ibuk tentang masalah saya, soalnya saya tidak tahu dengan siapa lagi saya harus bercerita, karena permasalahan yang saya punya tentang teman sekelas saya buk. Jadi saya merasa segan untuk menceritakan kepada teman-teman saya, dan saya juga takut mereka salah paham sama saya gitu buk, jadi saya pikir lebih baik saya jumpai konselor untuk menceritakan permasalahan saya ini. Maukah ibuk mendengarkan permasalahan saya.
Konselor          : Oh tentu saya mau, sebab itu adalah tugas saya, dan saya merasa senang karena adik sudah mempercayai saya untuk menceritakan permasalahanAdik punya, tapi sebelum kita melakukan pengkonselingan alangkah baiknya saya memperkenalkan nama saya dan saya tahu nama adik siapa, ibarat kata pepatah tak kenal berarti tak sayang  supaya kita saling mengenal satu sama lain, bolehkan kak?
Klien               : Oh iya, saya sampai lupa menanyai hal itu dengan ibu?
Konselor          : oh gak apa-apa, perkenalkan nama saya Fitriana, kebetulan disini saya adalah seorang konselor yang akan membimbing dalam pengkonselingan kali ini, kira-kira nama adik boleh saya tahu nama adik siapa ?
Klien               : Boleh, nama saya Nuriah, Mahasiswa UIN SU, jurusan KPI( Komunikasi Penyiaran Islam), sekarang saya masih duduk di semester IV.
Konselor          : Oh nama yang bagus dan cantik seperti orangnya, sebelumnya saya mau tanya dengan adik. Apakah sebelumnya adik sudah pernah melakukan pengkonselingan ?
Klien               : Sebelumnya saya belum pernah melakukan pengkonseling. Saya pernah dengar teman saya melakukan pengkonselingan dengan seorang konselor begitu buk.
Konselor          : Baikalah kalau seperti itu, berarti saya akan menjelaskan tentang pengkonselingan itu apa, tapi sebelum itu kira-kira berapa lama waktu yang adik punya dalam pengkonselingan ini supaya kita sama-sama tidak diburu oleh waktu dalam melakukan pengonselingan ini.
Klien               : Ok, kebetulan hari ini saya juga ada masuk kelas, kira-kira saya punya waktu sekitar 15 menit.
Konselor          : Ok, kalau adik hanya mempunyai waktu 15 menit tidak masalah.
                         Baiklah, tadi adik mengatakan bahwa adik belum pernah melakukan yang namanya pengkonselingan. Bolehkah saya menjelaskan terlebih dahulu apa itu pengkonselingan sebelum adik menceritakan permasalahan yang adik punya.
Klien               : Boleh buk ,silahkan.
Konselor          : Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada seorang konseli,dan didalam pengkonselingan harus ada yang namanya melakukan pertemuan tatap muka  antara konselor dan konseli, yang kita lakukan seperti ini, yang tujuannya nanti akan memberikan gambaran solusi dari permasalahan yang adik hadapi. Dan didalam pengkonselingan ada asas yang kami gunakan seperti asas kerahasian, jadi adik jangan takut untuk menceritakan apa pun permasalahan yang membuat pemikiran adik terganggu. semua yang adik ceritakan kepada saya tidak akan saya ceritakan kepada orang lain karena itu sudah menjadi sumpah kami sebagai seorang konselor akan menjaga aib klien kami,dan selain itu disini adik dan saya juga harus saling terbuka terhadap permasalah yang adik punya, karena kalau tidak adanya keterbukaan permasalah proses pengkonselingan yang akan kita lakukan akan sia-sia. Bagaimana adik sudah mengerti sampai disini, boleh saya melanjutkan kembali ?
Klien               : boleh
Konselor          :Ok dan asas terakhir yang harus kami jalan kan adalah asas kesukarelaan, disini adik jangan merasa ada keterpaksaan dalam menceritakan permasalahan yang adik punya,ceritakan apa pun itu, karena saya akan sukarela mendengarkan apa pun ceritakan dan permasalahan yang adik punya. Bagaimana kira-kira sudah mengerti bagaiamana proses pengkonselingan yang akan kita lakukan dik.
Klien               : Iya, saya sudah mengerti buk.
Konselor          : Ok, kalau adik sudah mulai mengerti, kira-kira adik bisa menceritakan kepada saya lebih dalam permasalahan yang adik punya.
Klien               : Begini, dikelas saya mempunyai teman lebih kurang 30 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan, tetapi yang lebih dominan itu perempuan, jadi saya merasa dikelas itu seperti tidak dianggap.
Konselor          : Oh, terus kak
Klien               : Jadi saya merasa jegkel banget sama mereka, rasanya saya mau cepat-cepat keluar dari kelas tersebut, wajah yang mereka tunjukkan kepada saya itu gak enak untuk dilihat, ketika saya berbicara mereka asik menggunakan Aipon mereka, mereka pikir saya ini tunggulatau tiang jam yang ketika waktunya keluar memberikan peringatan sama mereka,terus mereka abaikan saya. Saya benci dengan mereka saya merasa sedih, karena saya tidak dihargai, mereka pikir mereka siapa yang sesuka hati mereka membuat saya seperti itu, saya sakit hati. (menagis)
Konselor          : Ehmmm…saya dapat memahami perasaan Anda saat ini.
                         Saya kira, rasa sedih yang adik punya begitu dalam terhadap kejadian ini. Dapatkah adik kemukakan perasaan adik lebih jauh lagi dengan saya?
Klien               : iya buk. Saya tidak tahu harus berbuat apa, rasanya saya ingin membuat mereka itu sadar kalau saya tidak suka mereka begutukan, dan ibu tahu yang paling membuat saya sedih adalah ketika sayamelakukan operasi usus buntu, tidak ada satu pun diantara teman-teman saya yang ingin menjenguk saya dan malah ketika saya pulih dan bisa melakukan aktifitas perkuliahan saya, tiba-tiba ada salah satu teman saya yang berkata Nuriah lama banget sih liburnya, kamu tahu gara-gara kamu makalah yang ingin kelompok kita buat belum tuntas karena menunggu kamu yang belum pulang-pulang.
Disitu saya hanya bisa menarik nafas sejenak, saya langsung lari dari luar kelas. Saya menangis, saya merasa begitukah perlakuan seorang teman kepada temannya, mereka sudah tahu kalau saya lagi operasi bukannya menanyakan bagaimana keadaan saya malah mereka seolah menyalahkan saya karena permasalahan makalah yang pada saat itu tidak selesai karena ketidak hadiran saya.
Konselor          : Nampaknya dari yang adik katakana bahwa adik  sangat membenci mereka.
Klien               : Iya, saya sangat membenci mereka, saya tidak tahan berada ditempat yang seperti itu, saya sudah hampir 2 tahun bersama mereka, awalnya saya menahan sikap mereka kepada saya. Tapi sekarang saya sudah tidak tahan lagi dengan sikap mereka.
Konselor          : Apakah adik sudah pernah untuk berbicara baik-baik kepada mereka terhadap permasalahan yang adik  punya.
Klien               : Belum buk
                        Saya pikir lebih baik saya pindah universitas saja, tidak ada gunanya lagi saya berada dikelas itu, toh semua teman-teman saya gak pernah mau menghargai saya.
Konselor          : jadi, hanya karena teman-teman yang membuat adik gak nyaman adik mau pindah kampus
Klien               : kyaknya.
Konselor          : kita sebagai seorang manusia, pasti mempunyai cobaan dan Hidup kita ini membutuhkan keberanian kita untuk menjalaninya. Kalau kakak berpikir kakak gak dihargai orang lain mungkin itu gak benar, kakak sadarilah tidak semua orang yang ada dikelas anda seperti itu mungkin ada salah satu yang peduli dengan kakak Cuma karena begitu banyak yang mengucilkan kakak jadi kak berpikir bahwa semua orang tidak menghargai kakak di kelas. Jika saja kakak bicara dengan mereka dengan baik, ceritakan apa yang kakak rasakan, sebelumnya kakakkan tidak pernah bercerita baik-baik dengan mereka, kakak Cuma diam terhadap perlakuan mereka, jadi bagaimana mereka tahu apa yang kakak rasakan. Paham apa yang saya katakana pada kakak.
Klien               : Iya betul kata ibuk, tapi saya masih bingung dengan mereka.
Konselor          : kira-kira bisakah adik ceritakan kepada saya, perasaan bingung apa yang adik maksud ?
Konseli            : saya masih bingung, kenapa mereka begitu kepada saya
Konselor          : selama ini pernahkah adik menunjukkan seiapa adik sebenarnya, atau menjukkan Skill atau bakat yang adik punya,atau ketika belajar adik menunjukkan kalau aku juga bisa mengajukan pendapat didepan kelas. Mungkin karena adik sering diam atau gak pernah aktif dikelas makanya mereka tidak menghargai adik.
Konseli            : ehmhm iya juga ya buk, berarti selamaini saya pun salah juga, saya paham dan saya juga kadang ingin menunjukkan bakat saya,tapi saya selalu diam dan selalu menganggap itu hal sepela, tapi itu hal yang berharga banget untuk diri saya, biar orang lain menghargai saya, hmhm ntah la buk
Konselor          :ya sudah kalau begitu, jangan terlalu menyesali yang sudah berlalu, tapi jadikan masa lalu untuk gambaran dimasa depan, bagaimana
Konseli            : iya buk, hmhm
Konselor          : Ok, waktu proses pengkonselingan ini juga mau berakhir,  kira-kira rencana apa yang akan kakak lakukan selanjutnya.
Klien               : Saya kira saya akan coba untuk berbicara dengan teman-teman saya, mungkin selamaini saya hanya diam tidak pernah mau tau urusan orang lain, makanya saya juga di buat orang lain seperti itu,mulai sekarang saya akan mencoba peka dengan orang lain biar orang lain bisa peka dengan saya, dan saya juga ingin menunjukkan skill yang selama ini saya pendam, supaya orang lain termasuk teman sekelas saya bisa menghargai saya.
Konselor          : Itu tindakan yang bagus, jangan pernah menyerah untuk mencoba apa yang terbaik untuk kakak, sebab semua permasalahan pasti akan punya jalan keluar.
Klien               : Iya buk, saya akan terus untuk mencoba supaya mereka mengerti dengan keadaan orang lain, terima kasih untuk semuanya buk.
Konselor          : Iya sama-sama, saya merasa kakak sudah mengalami beberapa kemajuan yang berarti, oleh karena itu saya berharap untuk kedepannya terus semangat jangan pernah menyerah, karena setiap cobaan pasti aka nada jalan keluar. Mengerti…
Klien               : Iya buk, terima kasih sekali lagi buk, saya permisi pulang duluan ya buk.
                        Assalamualaikum wr.wb.
Konselor          : Wa’alaikum salam wr.wb.