Pengalaman Kan jadi Motivasi Hidup ku
Pagi hari yang cerah itu matahari dengan gagahnya memancarkan
cahanya kehadapan bumi pertiwi ku ini, dan pagi ini adalah pagi dimana aku
merasa berbeda dengan pagi dimana aku punya masa lalu, dan hari ini adalah hari
yang begitu semangat karena hari ini ku perkenalkan bagi anak muda bagaimana
mimpi dan inspirasi itu hadir dalam kehidupan ku.
Perkenalkan nama ku Rizky Aris Putra, lebih sering di panggil Aris,
aku mahasiswa di salah satu universitas di medan, dan merupakan anak pertama
dari dua bersaudara, dan aku punya adik cowok namanya gak jauh bedadengan ku
bedanya Cuma ditengah, kalau aku Aris dan dia Adi.
“ pengalaman adalah guru yang sangat berharga dan gak bisa
dilupakan” itu kata-kata yang sering aku gunakan dalam hidup ku, yang jelasnya
kalau bukan dari pengalaman mungkin sampai sekarang sarjana dan duduk di bangku
universitas itu adalah sebuah mimpi yang mustahil ku dapat. Jadi hargailah
semua kegagalan yang ada pada diri mu, karena mungkin kau akan jadi sukses
karena sebuah pengalaman.
Siapa sih gak gak punya masa lalu, dan pastinya masa lalu itu indah
dan kadang menyakitkan. Dan pada diri ku masa lalu itu adalah hal yang sangat
menyakitkan sebab aku kehilangan seluruh anggota keluarga ku, karena ke egoisan
yang selalu menjadi pemicu kerusakan keluarga kami.
Dulu sewaktu aku kecil kira-kira berumur 08 tahun tepatnya kelas 3
SD, waktu itu kehidupan keluarga kami harmonis penuh canda tawa, dan kebutuhan
ekonomi kami pada saat itu juga cukup memadai, tiba ketika aku berumur sekitar
09 tahun semua berubah, entah apa yang terjadi semua nya berubah menjadi
keluarga yang menurut ku seperti hujan meteor yang jatuh dari langit, kemudian
menghancurkan seluruh keluarga kami.
Pada saat itu, aku yang masih keadaan anak-anak yang gak tahu apa
yang terjadi sebenarnya, tiba-tiba pertengkaran dimulai di depan mata ku.
“ kamu mau kemana mas, udah malam seperti ini mau pergi lagi, kamu
mau kemana sebenarnya, ungkap ibu dengan nada yang tinggi.
“ ngapain kau urus aku, aku keluar kan untuk carik makan, untuk
bisa ngasih makan diri mu anak mu dan anak yang kau kandung sekarang, tahu!
Makanya jangan Cuma tahu buat anak aja tapi pikirkan bagaimana aku bisa kasih
makan kalian semua.” Ujar ayah dengan mata yang melotot.
“ tega-tega nya kamu bolang begitu mas, anak yang aku kandung ini
juga anakmu, buka seperti kamu yang suka mainkan perempuan lain luar sana,”
kata ibu kembali dengan keadaan menangis.
“ jaga mulut kamu, anak mu dengar apa yang kamu bicarakan,” ujar
ayah sambil menampar ibu dan langsung pergi keluar rumah.
Pada saat itu, keluarga ku menjadi bahan omongan tetangga sekitar
rumah ku.
“ Ris, ayah mu gak pulanglagi mala mini ya, dan tadi malam kenapa
kok rebut banget dirumah mu,” ungkap salah satu tetangga rumah ku.
“ kenapa Aris nangis, Aris jangan nangis makanya Aris sebagai anak
laki-laki satu-satunya juga marah sama ibunya aris kenapa mau punya adik gak
dibilang dulu sama suaminya, kan marah jadinya ayah aris,” sambung teman
tetangga tersebut.
Tak lama dari perkataan tetangga tersebut, aku mulai membenci ibu
dan adik yang di kandung ibu ku saat itu. Dan pada saat itu juga aku berubah
menjadi anak yang bandel, yang malas sekolah,suka cabut, dan sering bertengkar
dengan teman.
Pada suatu malam, ayah ku pulang dengan keadaan mabuk, dan membawa
perempuan kerumah, dan pertengkaran orang tua ku pun di mulai lagi.
“ apa-apaan sih kamu mas, siapa perumpuan ini! Dan kamu ya
perempuan jalang masih mau dijalan sama suami orang, perempuan macam apa kamu,
perusak rumah tangga orang,” ungkap ibu.
“ Ah! Kamu ya jadi perempuan itu jangan banyak bacot, tau nya
ngoceh aja, kamu lihat dong dia cantik, seksi, mulus gak seperti kamu jelek,
gendut, apa lagi perut kamu yang semakin lama semakin membesar buat jelek aja,”
ujar ayah sambil menertawai ibu.
“ iya aku jelek, gendut dan gak seseksi dia, tapi aku gak sehina
dia yang suka ganggu rumah tangga orang lain! Dan kamu perempuan jalang pergi
dari rumah ini, jangan pernah ganggu suami aku lagi,” ungkap ibu.
“ Ah!!, bosan aku dirumah ini ” ujar ayah sambil membawa perempuan
tersebut keluar dari rumah.
“ kamu lihat perilaku ayah mu, dan itu gak jauh beda dari mu,
ungkap ibu kepada ku.
Berselang dua jam ibu tiba-tiba minta tolong, karena dia ingin
melahirkan, dan pada saat itu juga tetangga disekitar rumah ku berdatangan
menolong ibu ku, dan pada saat ibu ku ingin melahirkan aku dan ayah mu gak
hadir dirumah sakit. Aku lebih memilih ketempat baskem anak jalanan yang gak
lama ku kenal dan ayah mu sampai sekarang aku gak tahu kenapa dia gak datang
pada saat ibu ku melahirkan adik ku.
Tahun pun berganti seperti halnya umur ku yang bertambah pula, saat
itu aku duduk di bangku kelas dua SMA dan adik ku Adi kira-kira duduk di bangku
kelas satu SMP. Dan kembali kepada ibu ku,sekarang dia buka usaha warung
didepan rumah itulah penghasilan untuk memberi makan kami dan yang gak berubah
dari ibu aku itu selalu ngomel baik itu pagi dan malam itu itu membuat kami
berdua sangat bosan berada dirumah. Dan ayah ku, dengar-dengar sih udah punya
istri lagi, soalnya dia udah lama gak pulang. Dia tinggal di Negara entah
berantah mana pun kami gak pernah tahu dan gak mau tahu juga.
Sampai akhirnya ibu ku dipanggil kesekolah karena masalah sepele,
aku gak bayar uang SPP udah berapa bulan dan uang SPP yang selama ini aku
jadikan untuk judi. Dan inilah pembicaraan ibu dan kepala sekolah ku
“ permisi buk, saya ibunya Rizky Aris Putra, boleh saya masuk,”
ujar ibu
“ boleh silahkan masuk buk! Begini buk, Aris udah tiga bulan tidak
bayar uang SPPnya,apakah ada masalah yang membuat Aris tidak bayar uang SPPnya
selama tiga bulan,” ujar kepala sekolah.
“ saya setiap bulannya memberi dia uang SPPbuk, tapi saya kurang
tahu kenapa uang SPPnya tidak sampai ke sekolah, nanti saya akan tanya dengan
dia,” ungkap ibu.
Dan setelah itu, ibu pulang kerumah dan gak lama kemudian aku pun
pulang kerumah
“ Aris, dari mana kamu, disekolah tadi kamu tidak masuk kan, dan
ibu mau tanya sama kamu kamu buat apa uang SPP yang setiap bulannya ibu kasih
ke kamu,”ungkap ibu
“ Ah! Sibuk banget sih ibu, aku mau buat kemana uang itu ya
terserah aku, ibu itu terlalu banyak ngomel jadi orang! Gek mana ayah gak
tinggalin ibu, udah jelek, gendut dan suka ngomel lagi,” ungkap ku.
“ kamu ya gak sopan bicara sama orang tua, apa guna sekolah kamu
kalu etika bicara kamu tidak ada dengan orang tua mu sendiri, mulai besok gak
usah kamu sekolah,” ungkap ibu dengan nada marah.
“ gak sopan kata ibu! Kayaknya aku agak sopan ya masih mau panggil
dirimu itu sebutan ibu dan masih mau anggap diri mu itu orang tua aku, dank au
bilang aku sopan lagi! Coba bandingkan dengan kalian membawa perempuan dengan
keadaan mabuk,terus tiap hari bertengkar didepan mata kepalaku, dan ayah yang
dikatakan imam dalam keluarga ini! Mana dia sekarang, apa itu yang dikatakan
orang tuanyang sopan samaa anaknya, mengumbar keegoisan dalam keluarga, dan
hari-hari aku menjalani hidupku, itu seperti neraka, hidup dalam ombang ambil
keluarga yang gak jelas dimana ayah yang gak jelas sekarang dimana dan di
dengar udah nikah lagi, dan yang herannya status mu itu dalam hidup ayah entah
apa,” ungkap Aris
“ dan uang yang selama ini yang kau kasih aku gunakan untuk judi,
dan aku rasa pekerjaan ku gak lebih hina dari suami mu itu,” tambahku
Dan setelah kejadian tersebut, ibu ku gak pernah lagi tanya kenapa
aku gak pulang kerumah, kenapa adik aku setiap hari lama pulang. Dan setelah
kejadian tersebt dia lebih sering melamun dan menangis, tapi itu gak pernah
menjadi persoalan dalam hidup ku karena hanya kebencian yang selalu didalam
hidup mu. Sampai akhirnya suatu musibah menimpa ku, aku butuh uang untuk judi,
jadi aku berencana untuk mencopet, tapi kali itu usaha yang aku rencanakan
sia-sia. Aku digebukin masyarakat sampai ada seorang pemulung yang menolong ku
dari kerumunan masyarakat tersebut.
“ ada apa ini! Kenapa kalian main hakim sendiri seperti ini kalian
mau dipanggilkan polisi. Ini keluarga ku jadi biar aku yang mengurus, kan
barang yang diambil juga tidak ada yang berkurang kan,” ungkap pemulung
tersebut.
“ ada yang sakit nak, kita menepi dulu ya, biar saya obati luka
yang ad dimuka mu itu,” tambah pemulung tersebut.
Saat itu aku Cuma bisa diam dan menatap pemulung tersebut, dan
disitu aku berpikir kalau misalkan gak ada pemulung ini yang nagku sebagai
keluarga aku mungkin aku akan babak belur dibuat masyarakat sekitar sini, dan
yang aku heran kan kok mau ya dia menolng dan mengaku aku sebagai keluarganya.
Padahal aku juga gak pernah mengenal siap dia.
“ udah pak,gak usah lanjutkan! Saya gak apa-apa, bapak lanjutkan
saja pekerjaan bapak,” ujar ku
“ tidak apa-apa saya ikhlas menolong mu,” ungkap pemulung tersebut.
“ gak usah pak, saya harus pergi sekarang saya punya urusan lagi,
dan makasih sudah menolong saya,” tambah saya
Di sepanjang jalan aku berpikir apa yang sebenarnya terjadi dalam
diri ku, hidup ku terasa capek, dan gak punya arah tujuan. Dan ketika itu suara
adzan seolah begitu merdu ditelinga ku, dan hari itu menjadi hari yang
bersejarah bagi ku, karena karena adzan tersebut membuat aku menangis dan
mengingat ibu ku dan adik ku dirumah.
Setelah aku sholat, seorang ustadz memberikan siraman rohani yang
membuat ku tersentuh, aku meneteskan air mata yang tanpa henti-hentinya
membasahi pipi ku, perbuatan yang selama ini ku buat kepada ibu ku, kata-kata
kasar, hinaan, dan kebencian yang menjadi penghancur dari kelurgaku. Dan dari
situ aku termotivasi dari siraman rohani tersebut, aku berpikir bukan ini jalan
yang harus ku tempuh banyak hal yang bisa ku manfaatkan untuk bisa membhagiakan
ibu dan adikku. Aku sudah slah menilai semua ini terkadang pandangan yang aku
lihat terkadang menjadi semu karena kebencian yang menutupi diri ku.
Tak lama dari itu, aku berlari kerumah untuk mencium kaki, dan
meminta maaf kepada ibu ku. Disaat aku ingin sampai kerumah ku lihat ibu dengan
keadaan yang linglung berjalan dihampiran pasar yang ramai kendaraan, dan
ketika ingin ku panggil sebuah mobil menyambar ibu, smapai akhirnya ibu
terpontal ke jalan dan saat itu, aku bingung harus berbuat apa, semua orang
sibuk menolong ibu ku tapi aku linglung dengan arah hidup ku saat itu, aku
merasaini sebuah mimpi yang gak akanpernah mau ku alami. Tapi pada saat itu keadaan
yang seolah mimpi bagiku, memang betul terjadi. Aku berlutut dipasar tersebut
dan memohon ampun kepada Allah atas segala perbuatan yang telah aku lakuan
selama ini kepada keluarga ku. Dan saat itu aku berjanji untuk tidak akan
bebuat seperti itu kembali dan akan menjadikan ibuku bangga kepada ku. Tapi
semua terlambat ibu ku dipanggilnya tanpa sempat ku minta maaf langsung dan tak
sempat untuk mencium kakinya tersebut.
Dan tak lama setelah kematian ibu dua orang polisi datang kerumah
ku dan mengatakan bahwa adik ku Rizky Adi Putra ditahan, karena pengedar sabu
tersebar dan sekaligus pengguna, jadi adik ku harus ditahap oleh pihak
kepolisian sampai beberapa tahun.
Sekarang penyesalan ku tak sudah, tapi aku tidak pernah berputus
asa, aku tetap melanjutkan sekolah ku hingga sampai ke perguruan tinggi karena
motivasi dari seorang ustadz tersebut.