Rabu, 12 Oktober 2016

Kumpulan Cerpen

Pengalaman Kan jadi Motivasi Hidup ku


Pagi hari yang cerah itu matahari dengan gagahnya memancarkan cahanya kehadapan bumi pertiwi ku ini, dan pagi ini adalah pagi dimana aku merasa berbeda dengan pagi dimana aku punya masa lalu, dan hari ini adalah hari yang begitu semangat karena hari ini ku perkenalkan bagi anak muda bagaimana mimpi dan inspirasi itu hadir dalam kehidupan ku.
Perkenalkan nama ku Rizky Aris Putra, lebih sering di panggil Aris, aku mahasiswa di salah satu universitas di medan, dan merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dan aku punya adik cowok namanya gak jauh bedadengan ku bedanya Cuma ditengah, kalau aku Aris dan dia Adi.
“ pengalaman adalah guru yang sangat berharga dan gak bisa dilupakan” itu kata-kata yang sering aku gunakan dalam hidup ku, yang jelasnya kalau bukan dari pengalaman mungkin sampai sekarang sarjana dan duduk di bangku universitas itu adalah sebuah mimpi yang mustahil ku dapat. Jadi hargailah semua kegagalan yang ada pada diri mu, karena mungkin kau akan jadi sukses karena sebuah pengalaman.
Siapa sih gak gak punya masa lalu, dan pastinya masa lalu itu indah dan kadang menyakitkan. Dan pada diri ku masa lalu itu adalah hal yang sangat menyakitkan sebab aku kehilangan seluruh anggota keluarga ku, karena ke egoisan yang selalu menjadi pemicu kerusakan keluarga kami.
Dulu sewaktu aku kecil kira-kira berumur 08 tahun tepatnya kelas 3 SD, waktu itu kehidupan keluarga kami harmonis penuh canda tawa, dan kebutuhan ekonomi kami pada saat itu juga cukup memadai, tiba ketika aku berumur sekitar 09 tahun semua berubah, entah apa yang terjadi semua nya berubah menjadi keluarga yang menurut ku seperti hujan meteor yang jatuh dari langit, kemudian menghancurkan seluruh keluarga kami.
Pada saat itu, aku yang masih keadaan anak-anak yang gak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tiba-tiba pertengkaran dimulai di depan mata ku.
“ kamu mau kemana mas, udah malam seperti ini mau pergi lagi, kamu mau kemana sebenarnya, ungkap ibu dengan nada yang tinggi.
“ ngapain kau urus aku, aku keluar kan untuk carik makan, untuk bisa ngasih makan diri mu anak mu dan anak yang kau kandung sekarang, tahu! Makanya jangan Cuma tahu buat anak aja tapi pikirkan bagaimana aku bisa kasih makan kalian semua.” Ujar ayah dengan mata yang melotot.
“ tega-tega nya kamu bolang begitu mas, anak yang aku kandung ini juga anakmu, buka seperti kamu yang suka mainkan perempuan lain luar sana,” kata ibu kembali dengan keadaan menangis.
“ jaga mulut kamu, anak mu dengar apa yang kamu bicarakan,” ujar ayah sambil menampar ibu dan langsung pergi keluar rumah.
Pada saat itu, keluarga ku menjadi bahan omongan tetangga sekitar rumah ku.
“ Ris, ayah mu gak pulanglagi mala mini ya, dan tadi malam kenapa kok rebut banget dirumah mu,” ungkap salah satu tetangga rumah ku.
“ kenapa Aris nangis, Aris jangan nangis makanya Aris sebagai anak laki-laki satu-satunya juga marah sama ibunya aris kenapa mau punya adik gak dibilang dulu sama suaminya, kan marah jadinya ayah aris,” sambung teman tetangga tersebut.
Tak lama dari perkataan tetangga tersebut, aku mulai membenci ibu dan adik yang di kandung ibu ku saat itu. Dan pada saat itu juga aku berubah menjadi anak yang bandel, yang malas sekolah,suka cabut, dan sering bertengkar dengan teman.
Pada suatu malam, ayah ku pulang dengan keadaan mabuk, dan membawa perempuan kerumah, dan pertengkaran orang tua ku pun di mulai lagi.
“ apa-apaan sih kamu mas, siapa perumpuan ini! Dan kamu ya perempuan jalang masih mau dijalan sama suami orang, perempuan macam apa kamu, perusak rumah tangga orang,” ungkap ibu.
“ Ah! Kamu ya jadi perempuan itu jangan banyak bacot, tau nya ngoceh aja, kamu lihat dong dia cantik, seksi, mulus gak seperti kamu jelek, gendut, apa lagi perut kamu yang semakin lama semakin membesar buat jelek aja,” ujar ayah sambil menertawai ibu.
“ iya aku jelek, gendut dan gak seseksi dia, tapi aku gak sehina dia yang suka ganggu rumah tangga orang lain! Dan kamu perempuan jalang pergi dari rumah ini, jangan pernah ganggu suami aku lagi,” ungkap ibu.
“ Ah!!, bosan aku dirumah ini ” ujar ayah sambil membawa perempuan tersebut keluar dari rumah.
“ kamu lihat perilaku ayah mu, dan itu gak jauh beda dari mu, ungkap ibu kepada ku.
Berselang dua jam ibu tiba-tiba minta tolong, karena dia ingin melahirkan, dan pada saat itu juga tetangga disekitar rumah ku berdatangan menolong ibu ku, dan pada saat ibu ku ingin melahirkan aku dan ayah mu gak hadir dirumah sakit. Aku lebih memilih ketempat baskem anak jalanan yang gak lama ku kenal dan ayah mu sampai sekarang aku gak tahu kenapa dia gak datang pada saat ibu ku melahirkan adik ku.
Tahun pun berganti seperti halnya umur ku yang bertambah pula, saat itu aku duduk di bangku kelas dua SMA dan adik ku Adi kira-kira duduk di bangku kelas satu SMP. Dan kembali kepada ibu ku,sekarang dia buka usaha warung didepan rumah itulah penghasilan untuk memberi makan kami dan yang gak berubah dari ibu aku itu selalu ngomel baik itu pagi dan malam itu itu membuat kami berdua sangat bosan berada dirumah. Dan ayah ku, dengar-dengar sih udah punya istri lagi, soalnya dia udah lama gak pulang. Dia tinggal di Negara entah berantah mana pun kami gak pernah tahu dan gak mau tahu juga.
Sampai akhirnya ibu ku dipanggil kesekolah karena masalah sepele, aku gak bayar uang SPP udah berapa bulan dan uang SPP yang selama ini aku jadikan untuk judi. Dan inilah pembicaraan ibu dan kepala sekolah ku
“ permisi buk, saya ibunya Rizky Aris Putra, boleh saya masuk,” ujar ibu
“ boleh silahkan masuk buk! Begini buk, Aris udah tiga bulan tidak bayar uang SPPnya,apakah ada masalah yang membuat Aris tidak bayar uang SPPnya selama tiga bulan,” ujar kepala sekolah.
“ saya setiap bulannya memberi dia uang SPPbuk, tapi saya kurang tahu kenapa uang SPPnya tidak sampai ke sekolah, nanti saya akan tanya dengan dia,” ungkap ibu.
Dan setelah itu, ibu pulang kerumah dan gak lama kemudian aku pun pulang kerumah
“ Aris, dari mana kamu, disekolah tadi kamu tidak masuk kan, dan ibu mau tanya sama kamu kamu buat apa uang SPP yang setiap bulannya ibu kasih ke kamu,”ungkap ibu
“ Ah! Sibuk banget sih ibu, aku mau buat kemana uang itu ya terserah aku, ibu itu terlalu banyak ngomel jadi orang! Gek mana ayah gak tinggalin ibu, udah jelek, gendut dan suka ngomel lagi,” ungkap ku.
“ kamu ya gak sopan bicara sama orang tua, apa guna sekolah kamu kalu etika bicara kamu tidak ada dengan orang tua mu sendiri, mulai besok gak usah kamu sekolah,” ungkap ibu dengan nada marah.
“ gak sopan kata ibu! Kayaknya aku agak sopan ya masih mau panggil dirimu itu sebutan ibu dan masih mau anggap diri mu itu orang tua aku, dank au bilang aku sopan lagi! Coba bandingkan dengan kalian membawa perempuan dengan keadaan mabuk,terus tiap hari bertengkar didepan mata kepalaku, dan ayah yang dikatakan imam dalam keluarga ini! Mana dia sekarang, apa itu yang dikatakan orang tuanyang sopan samaa anaknya, mengumbar keegoisan dalam keluarga, dan hari-hari aku menjalani hidupku, itu seperti neraka, hidup dalam ombang ambil keluarga yang gak jelas dimana ayah yang gak jelas sekarang dimana dan di dengar udah nikah lagi, dan yang herannya status mu itu dalam hidup ayah entah apa,” ungkap Aris
“ dan uang yang selama ini yang kau kasih aku gunakan untuk judi, dan aku rasa pekerjaan ku gak lebih hina dari suami mu itu,” tambahku
Dan setelah kejadian tersebut, ibu ku gak pernah lagi tanya kenapa aku gak pulang kerumah, kenapa adik aku setiap hari lama pulang. Dan setelah kejadian tersebt dia lebih sering melamun dan menangis, tapi itu gak pernah menjadi persoalan dalam hidup ku karena hanya kebencian yang selalu didalam hidup mu. Sampai akhirnya suatu musibah menimpa ku, aku butuh uang untuk judi, jadi aku berencana untuk mencopet, tapi kali itu usaha yang aku rencanakan sia-sia. Aku digebukin masyarakat sampai ada seorang pemulung yang menolong ku dari kerumunan masyarakat tersebut.
“ ada apa ini! Kenapa kalian main hakim sendiri seperti ini kalian mau dipanggilkan polisi. Ini keluarga ku jadi biar aku yang mengurus, kan barang yang diambil juga tidak ada yang berkurang kan,” ungkap pemulung tersebut.
“ ada yang sakit nak, kita menepi dulu ya, biar saya obati luka yang ad dimuka mu itu,” tambah pemulung tersebut.
Saat itu aku Cuma bisa diam dan menatap pemulung tersebut, dan disitu aku berpikir kalau misalkan gak ada pemulung ini yang nagku sebagai keluarga aku mungkin aku akan babak belur dibuat masyarakat sekitar sini, dan yang aku heran kan kok mau ya dia menolng dan mengaku aku sebagai keluarganya. Padahal aku juga gak pernah mengenal siap dia.
“ udah pak,gak usah lanjutkan! Saya gak apa-apa, bapak lanjutkan saja pekerjaan bapak,” ujar ku
“ tidak apa-apa saya ikhlas menolong mu,” ungkap pemulung tersebut.
“ gak usah pak, saya harus pergi sekarang saya punya urusan lagi, dan makasih sudah menolong saya,” tambah saya
Di sepanjang jalan aku berpikir apa yang sebenarnya terjadi dalam diri ku, hidup ku terasa capek, dan gak punya arah tujuan. Dan ketika itu suara adzan seolah begitu merdu ditelinga ku, dan hari itu menjadi hari yang bersejarah bagi ku, karena karena adzan tersebut membuat aku menangis dan mengingat ibu ku dan adik ku dirumah.
Setelah aku sholat, seorang ustadz memberikan siraman rohani yang membuat ku tersentuh, aku meneteskan air mata yang tanpa henti-hentinya membasahi pipi ku, perbuatan yang selama ini ku buat kepada ibu ku, kata-kata kasar, hinaan, dan kebencian yang menjadi penghancur dari kelurgaku. Dan dari situ aku termotivasi dari siraman rohani tersebut, aku berpikir bukan ini jalan yang harus ku tempuh banyak hal yang bisa ku manfaatkan untuk bisa membhagiakan ibu dan adikku. Aku sudah slah menilai semua ini terkadang pandangan yang aku lihat terkadang menjadi semu karena kebencian yang menutupi diri ku.
Tak lama dari itu, aku berlari kerumah untuk mencium kaki, dan meminta maaf kepada ibu ku. Disaat aku ingin sampai kerumah ku lihat ibu dengan keadaan yang linglung berjalan dihampiran pasar yang ramai kendaraan, dan ketika ingin ku panggil sebuah mobil menyambar ibu, smapai akhirnya ibu terpontal ke jalan dan saat itu, aku bingung harus berbuat apa, semua orang sibuk menolong ibu ku tapi aku linglung dengan arah hidup ku saat itu, aku merasaini sebuah mimpi yang gak akanpernah mau ku alami. Tapi pada saat itu keadaan yang seolah mimpi bagiku, memang betul terjadi. Aku berlutut dipasar tersebut dan memohon ampun kepada Allah atas segala perbuatan yang telah aku lakuan selama ini kepada keluarga ku. Dan saat itu aku berjanji untuk tidak akan bebuat seperti itu kembali dan akan menjadikan ibuku bangga kepada ku. Tapi semua terlambat ibu ku dipanggilnya tanpa sempat ku minta maaf langsung dan tak sempat untuk mencium kakinya tersebut.
Dan tak lama setelah kematian ibu dua orang polisi datang kerumah ku dan mengatakan bahwa adik ku Rizky Adi Putra ditahan, karena pengedar sabu tersebar dan sekaligus pengguna, jadi adik ku harus ditahap oleh pihak kepolisian sampai beberapa tahun.
Sekarang penyesalan ku tak sudah, tapi aku tidak pernah berputus asa, aku tetap melanjutkan sekolah ku hingga sampai ke perguruan tinggi karena motivasi dari seorang ustadz tersebut.







Aum Umum


AUM
Alat Ungkap Masalah
Seri Umum
FORMAT 1 : MAHASISWA




Disusun Oleh:
Prayitno
Mudjiran
Afrizal Sano
Daharnis


PROGRAM SP4
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FIP UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2005

PETUNJUK
      Alat unkap ini bukanlah sebuah tes atau pun ujian, melainkan alat ungkap tentang masalah – masalah yang sering mengganggu mahasiswa atau siapa pun juga, yaitu masalah-masalah yang berkenaan dengan keadaan jasmani dan kesahatan diri pribadi, hubungan sosial, ekonomi dan keuangan, karier dan pekerjaan, pendidikan dan pelajaran, agama, nilai dan moral, hubungan muda-mudi dan perkawinan, keadaan dan hubungan dalam keluargan, serta waktu senggang.
      Anda diharapkan menjawab dengan sungguh-sungguh dan jujur. Semua jawaban Anda yang berupa keluhan atau pun gangguan yang Anda rasakan itu akan sepenuhnya dirahasiakan. Jawaban Anda itu hanya digunakan untuk membantu Andadan sebesar-besarnya demi kepentingan Anda sendiri.
      Bacalah daftar berikut ini dengan teliti, dan tandailah masing-masing yang menjadi keluhan dan mengganggu anda. Ikutilah tiga langkah berikut.
Langkah pertama :
Dalam membaca dengan seksama daftar berikut ini, tandailah masalah-masalah yang bagi anda merupakan keluhan atau gangguan dengan jalan menyilangi (dengan tanda X) nomor masalah pada lembaran jawaban. Masalah jika anda merasa adanya keluhan atau terganggu karena badan terlalu kurus maka silanglah nomor 001 pada lembaran jawaban yaitu sebagai berikut:
001
002
003
004
Dan seterusnya.
Bacalah satu persatu semua pernyataan pada daftar tersebut (Nomor 001 s.d 225). Jangan ada yang Anda lewati, dan setiap kali Anda sampai pada masalah yang mengganggu Anda, silangilah nomor masalah itu pada lembaran jawaban.

Langkah kedua:
Jika Anda telah selesai dengan langkah pertama, tinjaulah kembali masalah-masalah yang ada tandai itu dan pilihlah masalah mana yang bagi Anda amat berat dan/atau amat mengganggu itu dibagian yang tersedia pada lembaran jawaban.
Langkah ketiga:
Setelah menyelesaikan langkah-langkah, jawablah tiga buah pertanyaan yang tertera pada halaman terakhir buku ini. Jawaban Anda tuliskanlah dibagian yang tersedia pada lembaran jawaban.
      Langkah pertama
Bacalah dengan seksama pernyataan-pernyataan permasalahan berikut ini dan tandailah masalah-masalah yang menjadi keluhan dan mengganggu Anda sekarang ini dengan jalan menyilangi (x) nomor masalah yang sesuai pada lembaran jawaban
001 . Badan terlalu kurus, atau terlalu gemuk
002 . Warna kulit kurang memuaskan
003.  Berat badan terus berkurang, atau bertambah
004.  Badan terlalu pendek, atau terlalu tinggi
005.  Secara jasmaniah kurang menarik

006.  Sering mimpi buruk
007.  Cemas atau khawatir tentang sesuatu yang belum pasti
008.  Mudah lupa
009. Sering melamun atau berhayal
010. Ceroboh atau kurang hati-hati

011. Tidak menyukai atau tidak disukai seseorang
012. Merasa diperhatikan, dibicarakan, atau diperdulikan orang lain
013. Mengalami masalah karena ingin lebih mengenal atau lebih menyenangkan orang lain
014. Mempunyai kawan yang kurang disukai orang lain
015. Tidak mempunyai kawan akrab, beberapa sosial terbatas

016. Mengalami masalah karena kurang mampu berbicara atau meringkas sangat tidak mencakupi, baik keperluan sehari-hari maupun keperluan pelajaran.
017. khawatir tidak mampu menyelesaikan pendidikan sekarang ini atau putus kuliah dan harus segera bekerja.
018. mengalami masalah karena terlalu berhemat dan/atau ingin menabung.
019. kekurangan dalam keuangan menyebabkan pengembangan diri terhambat.
020. untuk memenuhi keuangan terpaksa kuliah sambil berkerja.

021. khawatir akan kalah bersaing dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan.
022. Kurang mampu memikirkan dan memilih pekerjaan yang akan dijabat nantinya.
023. belum mengetahui bakat diri sendiri untuk jabatan/pekerjaan apa
024. kurang memiliki pengetahuan yang luas tentang lapangan pekerjaan dan seluk beluk jenis-jenis pekerjaan.
025. Ingin memperoleh bantuan dalam mendapatkan pekerjaan sambilan untuk melatih diri bekerja sambil kuliah.

026. Fungsi dan/ atau kondisi kesehatan mata kurang baik.
027. Gangguan usus buntu.
028. Fungsi dan/atau kondisi kesehatan hidung kurang baik.
029. kondisi kesehatan kerongkongan kurang baik.
030. Fungsi kerongkongan sering terganggu, misalnya serak.

031. sering murung dan/atau merasa tidak bahagia.
032. Mengalami kerugian karena terlampau hati-hati
033. Kurang serius menghadapi sesuatu yang penting.
034. Merasa hidup ini kurang berarti
035. Sering gagal dan/ atau mudah patah semangat

036. Kurang peduli terhadap orang lain
037. Rapuh dalam berteman
038. Merasa tidak dianggap penting, diremehkan, atau dikecam oleh orang lain.
039. Mengalami masalah dengan orang lain karena kurang peduli terhadap diri sendiri.
040. Canggung dan/ atau tidak lancar berkomunikasi dengan orang lain

041. Mengalami masalah karena ingin berpenghasilan sendiri.
042. Berhutang yang cukup memberatkan
043. Besarnya uang yang diperoleh dan sumber-sumbernya tidak menentu
044. Khawatir akan kondisi keuangan orang tua atau orang yang menjadi sumber keuangan, jangan-jangan harus menjual atau menggadaikan harta keluarga.
045. Mengalami masalah karena keuangan dikendalikan oleh orang lain

046. Khawatir akan pekerjaan yang dijabat nantinya, jangan-jangan memberikan penghasilan yang tidak mencukupi
047. Ragu akan kemampuan saya untuk sukses dalam bekerja
048. Belum mampu merencanakan masa depan dan/ atau takut akan bayangan masa depan
049. Mengalami masalah karena membanding-bandingkan pekerjaan yang layak atau tidak layak   untuk dijabat
050. Khawatir diperlakukan secara tidak wajar atau tidak adil dalam mencari dan/atau melamar pekerjaan

051. Kondisi kesehatan kulit sering terganggu
052. Gagap dalam berbicara
053. Fungsi dan/atau kondisi kesehatan telinga kurang baik
054. Kurang mampu berolah raga karena kondisi jasmani yang kurang baik
055. Mengalami gangguan tertentu karena cacat jasmani

056. Mudah gentar atau khawatir dalam mengahadpi dan/atau mengemukakan sesuatu
057. Penakut, pemalu, dan/ atau mudah menjadi bingung
058. Keras kepala atau sukar mengubah pendapat sendiri meskipun kata orang lain pendapat itu salah
059. Takut mencoba sesuatu yang baru
060. Mudah marah atau tidak mampu mengendalikan diri

061. Tidak lincah dan kurang mengetahui tentang tata krama pergaulan
062. kurang pandai memimpin dan/atau mudah dipengaruhi orang lain
063. Sering membantah atau tidak menyukai suatu yang dikatakan /dirasakan orang lain, atau dikatakan sombong
064. Mudah tersinggung atau sakit hati dalam berhubungan dengan orang lain.
065. Lambat menjalin persahabatan

066. Mengalami masalah karena membanding-bandingkan kondisi keuangan sendiri dengan kondisi keuangan orang lain
067. Kesulitan dalammendapatkan penghasilan sendiri sambil kuliah
068. Mempertanyakan kemungkinan memperoleh beasiswa atau dana bantuan belajar lainnya
069. Orang lain menganggap pelit dan/ atau tidak mau membantu kawan yang sedang mengalami kesulitan keuangan.
070. Terpaksa berbagi pengeluaran keuangan dengan kakak atau adik atau anggota keluarga lain yang sama-sama membutuhkan biaya

071. Kurang yakin terhadap kemampuan pendidikan sekarang ini dalam menyiapkan jabatan tertentu nantinya
072. Ragu tentang kesempatan memperoleh pekerjaan sesuai dengan pendidikan yang diikuti sekarang ini
073. Ingin mengikuti paket perkuliahan dan/atau latihan khusus tertentu yang benar-benar menunjang proses mencari dan melamar pekerjaan setamat pendidikan ini
074. Cemas kalau menjadi penganggur setamat pendidikan ini
075. Ragu apakah setamat pendidikan ini dapat bekerja secara mandiri.

076. Gangguan pada gigi
077. Tekanan darah tidak normal.
078. Kondisi jantung kurang baik.
079. Gangguan pada pencernaan makanan
080. Khawatir fungsi ginjal tidak normal.

081. Merasa kesepian dan/ atau takut ditinggal sendiri
082. Sering bertingkah laku, bertindak, atau bersifat kekana-kanakan
083. Rendah diri atau keurang percaya diri
084. Kurang terbuka terhadap orang lain
085. Sering membesar-besarkan sesuatau yang sebenarnya tidak perlu

086. Sering pusing dan/atau mudah sakit, atau secara umum merasa tidak sehat
087. Selera makan sering terganggu
088. Mengidap penyakit kambuhan, atau alergi, atau khawatir mengidap penyakit turunan
089. Kurang atau susah tidur
090 Mengalami gangguan karena merokok, atau minuman, atau obat-obatan.

091 Terpaksa atau ragu-ragu memasuki perguruan tinggi
093 Sukar menyesuaikan diri dengan keadaan kampus
094 Kurang meminati program study yang di ikuti
095 Khawatir tidak dapat menamatkan perkuliahan dengan waktu yang direncanakan
096 Hasil belajar kurang memuaskan

097 Mengalami masalah dalambelajar kelompok
098. Kurang berminat dan/ atau kurang mampu mempelajari buku pelajaran
099. Takut dan/ atau kurang mampu berbicara didalam kelas dan/ atau diluar kelas
100. Mengalami kesulitan dalam ejaan, tata bahasa, dan/ atau perbendaharaan kata dalam Bahasa Indonesia

101. Kekurangan informasi tentang perguruan tinggi yang sekarang dimasuki dan/ atau perguruan tinggi lain yang mungkin dapat dimasuki
102.   Mengalami masalah karena memikirkan pendidikan lanjutan yang dapat ditempuh setamat perguruan tinggi ini
103. Sarana belajar dikampus dan/ atau dirumah kurang memadai
104. Orang tua dan/ atau anggota keluarga lainnya kurang menyokong dan/ atau membentu kegiatan belajar dikampus dan/ atau dirumah
105. Mengalami masalah karena sekarang sedang mengikuti atau ingin mengikuti dua program studi sekaligus diperguruan tinggi yang sama atau berbeda

106. Membutuhkan keterangan tentang persoalan seks,pacaran,dan/atau perkawinan
107. Dibayangi ketakutan berkenaan dengan penyakit kelamin
108. Mengalami masalah karena malu dan kurang terbuka dalam membicarakan soal seks, pacar, dan/atau jodoh
109. Khawatir tidak mendapatkan pacar/jodoh yang baik/cocok serta tidak dapat membina keluarga yang bahagia 
110. Terlalu memikirkan tentang seks, percintaan, pacaran, perkawinan dan/atau suka mengendalikandoronganseksual

111. Bermasalah karena kedua orang tua hidup berpisah atau bercerai
112. Mengalami masalah karena ayah dan/atau ibu kandung telah meninggal
113. Mengkhawatirkan kondisi kesehatan anggota keluarga
114. Mengalami masalah karena keadaaan dan perlengkapan tempat tinggal dan/atau rumah orang tua kurang memadai                                
115. Mengkhawatirkan kondisi orang tua yang bekerja terlalu berat .

116. Kekurangan waktu senggang seperti waktu istirahat , waktu luang dikampus ataupun dirumah,waktu libur untuk bersikap santai dan/atau melakukan kegiatan yang menyenangkan atau rekreasi .
117.  Tidak diperkenankan atau kurang bebas dalam menggunakan waktu senggang tersedia
         untuk kegiatan yang disukai/diingini .
118. Mengalami masalah untuk mengikuti acara – acara gembira dan santai bersama kawan –
         Kawan .
119. Tidak mempunyai kawan akrab untuk bersama – sama mengisi waktu senggang .
120. Mengalami masalah karena memikirkan atau membayangkan kesempatan waktu  berlibur di tempat yang jauh , indah , tenang dan menyenangkan .

121. Sering tidak masuk kuliah
122. Ragu atau tidak mampu memilih mata kuliah yang harus atau sebaiknya diikuti pada
         Semester sekarang dan/atau semester berikutnya .
123. Tugas – tugas perkuliahan tidak selesai pada waktunya .
124 . Mata kuliah yang diinginkan tidak tersedia .
125. Sukar memahami penjelasan dosen dan/atau membuat catatan dalam perkuliahan .

126. Tidak mengetahui dan/atau tidak mampu menerapkan cara – cara belajar yang baik .
127. Kekurangan waktu untuk belajar .
128. Mengalami masalah dalam menjawab pertanyaan secara tertulis . Menyusun makalah ,
         laporan , atau karya tulis lainnya .
129. Sukar mendapatkan buku pelajaran yang diperlukan
130. Mengalami kesulitan dalam pemahaman dan penggunaan istilah dan/atau bahasa Inggris dan/atau bahasa asing lainnya .

131. Cara dosen memberikan kuliah terlalu kaku dan/atau membosankan
132. Mengalami masalah karena disiplin yang diterapkan oleh dosen
133. Dosen kurang bersahabat dan/atau membimbing mahasiswa
134. Dirugikan karena dalam menilai kemajuan atau keberhasilan mahasiswa dosen kurang objektif
135. Dosen kurang memberi tanggung jawab kepada mahasiswa

136. Kurang mendapat perhatian dari jenis kelamin lain , atau pacar .
137. Mengalami masalah karena ingin mempunyai pacar .
138. Canggung dalam menghadapi jenis kelamin lalin , atau pacar .
139. Mengalami masalah karena dilarang atau merasa tidak patut berpacaran .
140. Mengalami masalah dalam memilih teman akrab dari jenis kelamin lain , atau pacar .

141. Keluarga mengeluh tentang keadaan keuangan .
142. Mengkhawatirkan keadaan orang tua yang bertempat tinggal jauh .
143. Bermasalah karena ibu atau bapak akan kawin lagi .
 144. Khawatir tidak mampu memenuhi tuntutan atau harapan orang tua atau anggota Keluarga lain .
145. Membayangkan dan berpikir – pikir seandainya menjadi anak dari keluarga lain .

146. Tidak mengetahui cara menggunakan waktu senggang yang ada
147. Kekurangan sarana seperti biaya, kendaraan, televisi, buku-buku bacaan dan lain-lain untuk memamfaatkan waktu sengganag
148. Mengalami masalah karena cara melaksanakan kegiatan atau acara yang kurang tepat dalam menggunakan waktu senggan
149. Mengalami masalah dalam menggunakan waktu senggang karena tidak memiliki keterampilan tertentu, seperti bermain musik, olah raga, menari, dan sebagainya
150. Kurang berminat atau tidak ada hal yang menarik dalam memamfaatkan waktu senggang yang tersedia

151. Terpaksa mengikuti kuliah yang tidak disukai
152. Gelisah dan/atau melakukan kegiatan tidak menentu sewaktu perkuliahan berlangsung, misalnyamembuat coret-coretan dalam buku, cenderung mengganggu teman
153. Sering malas dan/atau kurang konsentrasi dalam mengikuti kuliah atau belajar
154. Khawatir tugas-tugas perkuliahan hasilnya kurang memuaskan atau rendah
155. Mengalami masalah karena kemajuan atau hasil belajar hanya diberitahukan pada akhir semester

156. Kesulitan dalam membaca cepat dan/ atau memehami isi buku pelajaran
157. Takut menghadapi ujian
158. Khawatir memperoleh nilai rendah dalamujian atau pun tugas-tugas
159. Kesulitan dalam mengigat materi perkuliahan
160. Seringkali tidak siap menghadap ujian

161. Dosen kurang adil atau pilih kasih
162. Ingin dekat dengan dosen
163. Dosen kurang memperhatikan kebutuhan dan/ atau keadaan mahasiswa
164. Mendapat perhatian khusus dari dosen tertentu
 165. Dosen tidak konsisten dalam memberikan kuliah dan/atau berhubungan dengan mahasiswa

166. Mengalami masalah karena takut atau terlalu jauh berhubungan dengan jenis kelamin lain , atau Pacar
167. Kecewa atau gagal dalam hubungan muda-mudi, atau pacaran
168. Mengalami masalah karena sering dan mudah jatuh cinta, dan/atau rindu kepada pacar
169. Bertepuk sebelah tangan dengan kawan akrab, atau pacar
170. takut di tinggalkan pacar atau patah hati, cemburu, atau cinta segitiga

171. Kurang mendapat perhatian dan pengertian dari orang tua dan/atau anggota keluarga.
172. Mengalami kesulitan dengan bapak atau ibu tiri.
173. Diperlakukan tidak adil oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya.
174. Khawatir akan terjadinya pertentangan atau percekcokkan dalam keluarga.
175. Hubungan dengan orang tua dan anggota keluarga kurang hangat, kurang harmonis, dan/atau kurang menggembirakan.
176. Mengalami masalah untuk pergi ke tempat peribadatan.
177. Mempunyai pandangan dan/atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan kaidah/kaidah agama.
  178. Tidak mampu melaksanakan tuntutan keagamaan dan/atau khawatir tidak mampu menghindari larangan yang ditentukan oleh agama.
  179. Kurang menyukai pembicaraan tentng agama
  180. Ragu dan ingin memperoleh penjelasan lebih banyak tentang kaidah-kaidah agama
 
181. Mengalami kesulitan dalam mendalami agama
182. Tidak memiliki kecakapan dan/ atau sarana untuk melaksanakan ibadah agama
183. Mengalami masalah karena membandingkan agama yang satu dengan yang lainnya
184. Bermasalah karena anggota keluarga tidak seagama
185. Belum menjalankan ibadah agama sebagaimana diharapkan

186. Berkata dusta dan/ atau berbuat tidak jujur untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti membohongi teman, berlaku curang dalam ujian
187. Kurang mengetahui hal-hal yang menurut orang lain dianggap baik atau buruk, benar atau salah
188. Tidak dapat mengambil keputusan tentang sesuatu karena kurang memahami baik-buruknya atau benar-salahnya sesuatu itu
189. Merasa terganggu oleh kesalahan atau keburukan orang lain
190. Tidak mengetahui cara-cara yang tepat untuk mengatakan kepada orang lain tentang sesuatu yang baik atau buruk, benar atau salah

191. Mengalami masalah karena sekarang sudah berkeluarga
192. Khawatir istri atau suami mempunyai perhatian kepada pria atau wanita lain
193. Memilih jodoh yang tidak direstui keluarga
194.Mengalami masalah karena kawin paksa
195. Khawatir akan kemampuan dalam membahagiakan istri/suami dan anak-anak

   196. Mengalami masalah karena menjadi anak tunggal, anak sulung, anak bungsu, satu-satunya anak laki-laki, atau satu-satunya anak perempuan
197. Hubungan kurang harmonis dengan kakak atau adik, atau dengan anggota keluarga lainnya
      198. Orang tua atau anggota keluarga lainnya terlalu berkuasa, atau kurang memberikan kebebasan
199. Dicurigai oleh orang tua atau anggota keluarga lain
200. Bermasalah karena di rumah orang tua tinggal orang atau anggota keluarga lain

201. Khawatir atau merasa ketakutan akan akibat perbuatan melanggar kaidah-kaidah agama
202. Kurang menyukai pembicaraan yang di lontarkan di tempat peribadatan
203. Kurang taat dan/ atau kurang khusyuk dalam menjalankan ibadah
204. Mengalami masalah karena memiliki pandangan dan/ atau sikap keagamaaan yang cenderung fanatik atau berprasangka
205. Meragukan manfaat ibadah dan/ atau uapacara keagamaan

206. Merasa terganggu karena melakukan sesuatu yang menjadikan orang lain tidak senang
207. Terlanjur berbicara, bertindak atau bersikap yang tidak layak kepada orang tua dan/ atau orang lain
208. Sering ditegur karena dianggap melakukan kesalahan, pelanggaran, atau sesuatu yang tidak layak
209. Mengalami masalah karena berbohong atau berkata tidak layakmeskipun sebenarnya dengan maksud sekedar berolok-olok atau menimbulkan suasana gembira
210. Tidak melakukan sesuatu yang sesungguhnya perlu dilakukan

211. Takut di persalahkan karena melanggar adat
212. Mengalami masalah karena memiliki kebiasaan yang berbeda dari orang.
213. Terlanjur melalukan sesuatu perbuatan yang salah atau melanggar nilai- nilai moral , atau adat
214. Merasa bersalah karena terpaksa mengingkari janji
215. Mengalami persoalan karena berbeda pendapat tentang  suatu aturan dalam adat

216. Mengalami masalah karena hubungan dengan keluarga atau kerabat suami atau isteri.
217. Kurang harmonis dalam hubungan perkawinan
218. Berfikir untuk kawin lari
219. Mengalami masalah dalam hubungan suami/istri
220. Rindu kepada istri/suami dan anak-anak karena jarang berjumpa

221. Tinggal dilingkungan keluarga atau tetangga yang kurang menyenangkan
222. Tidak sependapat dengan orangtua atau keluarga tentang sesuatu yang direncanakan
223. Orangtua kurang senang kawan-kawan datang kerumah
224. Mengalami masalah karena rindu dan ingin bertemu dengan orangtua dan/atauanggota keluarga lainnya
225 tidak betah dan ingin meninggalkan rumah karena keadaannya sangat tidak menyenangkan.
Langkah Kedua :
Lihatlah kembali masalah-masalah yang telah Anda tandai yang menjadi keluhan dan gangguan bagi Anda. Dari masalah-masalah tersebut, mana sajakah yang  Anda rasakan amat berat dan amat mengganggu ?
Cantumkan nomor-nomor masalah yang amat berat atau amat mengganggu itu dibagian yang tersedia dalam lembaran jawaban.
Langkah Ketiga :
Jawablah tiga pertanyaan berikut ini.
Jawaban anda tercantumkan di bagian yang tersedia pada lembaran jawaban.
1.      Apakah masalah-masalah yang Anda tandai itu benar-benarmenggambarkan keseluruhan masalah yang anda hadapi sekarang ?
Ya
Tidak

2.      Jika anda masih mengemukakan masalah-masalah lain yang belum tercakup dalam daftar baru saja Anda jawab (Nomor. 001 s/d 225), tuliskanlah masalah lain tersebut di bagian yang tersediah pada lembaran jawaban.

3.      Inginkah Anda memperoleh kesempatan untuk mengemukakan atau membicarakan masalah-masalah Anda itu ?

Ya
Tidak

Kalau “Ya”, Kepada siapa ?
Yaitu kepada ……………..?
Tuliskanlah jawaban anda di bagian yang tersedia pada lembaran jawaban.

SELESAI