PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pada Abad
ke-21, setiap peserta didik dihadapkan pada situasi kehidupan yang kompleks,
penuh peluang dan tantangan serta ketidakmenentuan. Dalam konstelasi kehidupan
tersebut setiap peserta didik memerlukan berbagai kompetensi hidup untuk
berkembang secara efektif, produktif, dan bermartabat serta bermaslahat bagi
diri sendiri dan lingkungannya.
Pengembangan
kompetensi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan pada satuan pendidikan
yang tidak hanya mengandalkan layanan pembelajaran mata pelajaran/bidang studi
dan manajemen saja, tetapi juga layanan khusus yang bersifat psiko-edukatif
melalui layanan bimbingan dan konseling.
Pelayanan
bimbingan dan konseling perlu diselenggarakan di sekolah dasar (SD) agar
pribadi dan segenap potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang secara
optimal. Pelayanan bimbingan di SD perlu disesusiakan dengan
berbagai kekhususan pendidikan di SD, terutama yang menyangkut karakteristik
peserta didik, tujuan pendidikan, dan kemampuan para pelaksananya.
Salah satu dimensi kehidupan yang harus dicapai adalah
penyesuaian karier atau lebih dikenal
sebagai pekerjaan. Orang dewasa muda saat ini cenderung memiliki kesulitan
dalam proses penyesuaian karier. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami
menyusun makalah ini dengan memaparkan kebutuhan dasar yang diperlukan untuk
penyesuaian karier di masa mendatang melalui orientasi karierbagi anak usia
sekolah dasar.
.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa itu bimbingan
karier.
2.
Apa tujuan bimbingan karier .
3.
Apa saja prinsip bimbingan karier.
4.
Apa tugas-tugas perkembangan anak SD.
5.
Bagaimana strategi dan teknik bimbingan karier anak SD.
6.
Apa Standar kompetensi bimbingan karier anak SD.
7.
Bagaimana Program pelayanan bimbingan karier anak SD.
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian dari bimbingan karir
2.
Untuk mengetahui bagaimana tujuan, stategi, teknik
dari bimbingan karir.
3.
Supaya kita mengetahui prinsip-prinsip apa saja yang
ada didalam bimbingan karir di SD.
4.
PEMBAHASAN
A.
Pengertin Bimbingan Karier
Bimbingan karier adalah proses pemberian bantuan konselor atau guru
bimbingan dan konseling kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami
pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir
sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi
potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga
mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.[1]
Menurut Dewa Ketut Sukardi bimbingan karier adalah bantuan
layanan yang diberikan kepada Individu-Individu untuk memilih, menyiapkan,
menyesuaikan dan menetapkan dirinya dalam pekerjaan yang sesuai serta
memperoleh kebahagiaan daripadanya. Berkaitan dengan sekolah bimbingan karier
dapat dipandang sebagai suatu proses perkembangan yang berkesinambungan yang
membantu terutama dalam hal perencanaan karier, pembuatan keputusan,
perkembangan keterampilan/keahliah informasi karier, dan pemahaman diri.[2]
B.
Tujuan Bimbingan Karier
Bimbingan
karir di MI/SD bertujuan untuk menumbuh kembangkan kesadaran dan pemahaman
peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di lingkungan sekitarnya,
disamping mengembangkan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan yang baik
dan halal, juga mengembangkan kebiasaan hidup yang positif. Bimbingan karir
membantu peserta didik untuk memahami apa yang disukai dan tidak disukai,
kecakapan diri, disiplin diri, mengontrol kegiatan sendiri. Program bimbingan
karir di MI/SD difokuskan pada kesadaran diri dan kesadaran karir. Layanan
bimbingan karir merupakan bagian integral dari keseluruhan program bimbingan di
Sekolah. Bimbingan karir erat kaitannya dengan tiga layanan bimbingan lainnya
karena kecakapan-kecakapan yang dikembangkan dalam bimbingan pribadi, sosial
maupun bimbingan belajar akan mendukung perkembangan karier peserta didik.[3]
Menurut
Sunaryo bahwa bimbingan karir di MI/SD diarahkan untuk:
1.
Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam
kegiatan dan pekerjaaan di dunia sekitarnya
2.
Mengmebangkan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan yang ada
di sekitar
3.
Mengembangkan kebiasaan hidup yang positif
4.
Upaya membantu peserta didik memahami apa yang disukai dan tidak
disukainya, kecakapan diri dan disiplin diri serta mengontrol kegiatan sendiri
Hal
di atas sejalan dengan pendapat Miller bahwa peranan konselor adalah membantu
peserta didik agar memiliki kesadaran diri, meningkatkan keterampilan diri, seperti
dalam kerja sama, dan mberikan informasi tentang dunia kerja.
Super
Sunaryo menjelaskan berkaitan antara bimbingan karir dengan penyesuaian diri
secara keseluruhan. Dengan membantu membebaskan, ketegangan, mengklarifikasi
perasaan, memberikan wawasan, membantu memperoleh sukses dan membantu
mengembangkan perasaan kompeten dalam suatu wilayah penyesuaian jabatan,
memungkinkan individu menguasai aspek kehidupan lain secara tepat.
Dalam
Depdikbud secara lebih operasional tujuan layanan bimbingan karir di SD adalah
membantu peserta didik agar dapat:
a.
Mengenal macam-macam dan ciri-ciri dari berbagai jenis pekerjaan
yang ada
b.
Merencanakan masa depan
c.
Membantu arah pekerjaan
d.
Menyelesaikan keterampilan, kemampuan dan minat dengan jenis
pekerjaan
e.
Membantu mencapai cita-cita
Dalam perkembangan karir, semua aspek perkembangan individu baik
fisik, psikomotorik, bahasa,
kognitif-intelektual, sosial emosi, moral, kemandirian dan religius saling
berkaitan. [4]
C.
Prinsip-PrinsipBimbingan Karier
Dalam menyelenggarakan layanan bimbingan karir, perlu memperhatikan
prinsip-prinsip berikut ini:
1.
Bimbingan karir merupakan suatu proses berkelanjutan dalam hidup
seseorang, bimbingan karir merupakan peristiwa yang terpilih satu sama lain.
Dengan demikian, bimbingan karir merupakan rangkaian perjalanan hidup seseorang
yang terkait dengan seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan yang
dijalaninya.
2.
Bimbingan karir diperuntukkan bagi semua individu tanpa terkecuali.
Namun dalam prakteknya perioritas layanan dapat diberikan terutama bagi mereka
yang sangat memerlukan pelayanan. Skala perioritas diberikan dengan mempertimbangkan
berat ringannya masalah dan penting masalah untuk segera dipertimbangkan.
3.
Bimbingan karir merupakan bantuan yang diberikan kepada individu
yang sedang dalam proses perkembangan. Dengan demikian, ciri-ciri perkembangan
pada fase tertentu hendaknya menjadi dasar pertimbangan dalam setiap kegiatan
bimbingan karir.
4.
Bimbingan karir berdasarkan pada kemampuan individu untuk
menentukan pilihannya. Setiap individu memiliki hak untuk menentukan pilihan
dan mrngambil keputusan, tetapi harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi
dari pilihan/keputusan itu. Ini berarti bahwa bimbingan karir tidak sekedar
memperhatikan hak individu untuk mengembangkan cara-cara pemenuhan pilihan atau
putusan secara bertanggung jawab.
5.
Pilihan dan penyesuaian karir dimulai dengan pengetahuan tentang
diri. Halini mengandung arti bahwa individu perlu memahami terlebih dahulu
kemampuan yang ada dalam dirinya, seperti bakat,minat, nilai-nilai,kebutuhan,
hasil kerja prestasi belajar dan kepribadiannya.
6.
Bimbingan karir membantu individu untuk memahami duniakerja dan
sejumlah pekerjaan yang ada dimasyarakat serta berbagai sisi kehidupannya.[5]
D.
Tugas-Tugas Perkembangan Anak SD
Siswa SD adalah mereka yang berusia sekitar 7-13 tahun yang sedang
menjalani tahap perkembangan masa anak-anak dan memasuki masa remaja awal.
Tugas-tugas perkembangan yang hendak dicapai oleh siswa SD adalah :
1.
Menanamkan serta mengembangkan kebiasaan dan sikap dalam beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Mengembangkan keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan
berhitung.
3.
Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan sehari-hari
4.
Belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya
5.
Belajar menjadi pribadi yang mandiri
6.
Mempelajari keterampilan fisik sederhana yang diperlukan, baik
untuk permaianan maupun kehidupan.
7.
Mengembangkan kata hati, moral, dan nilai-nilai sebagai pedoman
perilaku
8.
Membina hidup sehat untuk diri sendiri dan lingkungan
9.
Belajar menjalankan peranan sosial
sesuai dengan jenis kelaminya
10.
Mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga sosial
11.
Mengembangkan pemahaman dan sikap awal untuk perencanaan masa depan
Pelayanan
bimbingan dan konseling di SD mengacu pada perkembangan siswa SD yang tengah
beradaptasi dengan lingkungan yang lebih luas dan belajar bersosialisasi dengan
mengenal berbagai aturan, nilai, dan norma.
Materi bimbingan dan konseling di SD salah satunya yaitu
bidang bimbingan karir. Dalam bidang bimbingan karir, pelayanan bimbingan dan
konseling membantu siswa SD mengenali dan mulai mengarahkan diri untuk karier
masa depan.[6]
E.
Staregi dan Teknik Bimbingan Karier
Bimbingan
karir di SD dapat dilaksanakan menggunakan Strategi dan Teknik sebagai berikut
:
1. Terpadu dalam dalam kegiatan pembelajaran
Melalui staretgi terpadu ini guru dapat
mengaitkan materi pembelajaran sesuai kurikulum dengan materi bimbingan karier.
Seperti pada materi pembelajaran Indonesia kelas III ada pelajaran alat
transportasi. Dengan menjelaskan cara membuat kalimat dari alat transportasi
yang ada didarat, udara, dan laut, guru dapat dengan metode tanya jawab
menanyakan tentang suatu nama pekerjaan orang yang mengemudikan transportasi
tersebut. Seperti pilot untuk kapal terbang, masinis Masinis untuk kereta api,
2. Paket Bimbingan Karier
Balitbang Dikbud telah menerbitkan empat bahan buku
paket bimbingan karier, yaitu :
a) Paket I Pemahaman Diri, terdiri dari sub
topic
b) Paket
II Pemahaman Lingkungan
c) Paket III Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan
d) Paket IV Perencanaan Masa Depan
3. Bacaan
4. Narasumber
5. Pengamatan atau observasi
6. Cerita
7. Teknik Genogram
8. Permainan Terpadu[7]
F.
Standar Kompetensi Bimbingan Karier Anak SD
Norris menyarankan sekuensi bimbingan karir di sekolah-sekolah dasar,khususnya
yang berkenaan dengan informasi okupasional :
1.
Taman Kanak-kanak : Anak mempelajari tentang aktivitas-aktivitas kerja
ibunya,ayahnya,dan anggota-anggota rumah
tangga lainnya.
2.
Kelas 1 Anak belajar
tentang pekerjaan dalam lingkungan yang dekat-rumah, sekolah,dan tetangganya.
3.
Kelas 2 Anak belajar
tentang pemberi-pemberi bantuan jasa dalam masyarakat yang melayaninya dan
juga tentang toko-toko dan usaha-usaha tetangganya yang dikenalnya.
4.
Kelas 3 Anak meluaskan
studi-studi dalam masyarakat. Penekanannya pada transportasi, komunikasi, dan
industri-industri utama lainnya.
5.
Kelas 4 Anak belajar
tentang dunia kerja pada tingkat propinsi termasuk industri-industri utama pada propinsi
itu.
6.
Kelas 5 : Studi-studi
anak diperluas sehingga meliputi kehidupan industri nasional. Industri-
industri utama
diberbagai bagian dari Negara dipilihnya.
Istilah
kematangan karir untuk siswa sekolah dasar adalah kesadaran karir (career
awareness) karena pada tahap ini anak masih berada pada tingkatan kesadaran
sebagai bentuk
kematangan karir pada tahapannya. Terdapat beberapa kompetensi karir bagi siswa sekolah
dasar antara lain :
1.
Pentingnya pengetahuan konsep diri yang positif tentang
perkembangan karir.
Contohnya : Mengajarkan anak SD tentang
menjaga kesehatan,seperti bangun pagi dan menggosok gigi sebelum tidur.
2.
Keterampilan berinteraksi dengan orang lain.
Contoh : Mengajarkan anak untuk
berinteraksi dengan orang lain dengan bekerja secara berkelompok.
3.
Kesadaran pentingnya perkembangan emosi dan fisik pembuatan
keputusan karir.
Contoh : Mengajarkan anak untuk tidak
berkelahi dan mengajarkan bertingkah laku yang baik
4.
Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan
kesempatan karir.
Contoh Mengajarkan anak untuk belajar
dengan baik demi mencapai cita-cita atau masa depan anak dengan baik.
5.
Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar.
Contoh : Mengajarkan kepada anak bahwa
setiap keinginan atau belajar dengan baik pasti akan mendapatkan pekerjaan yang
baik pula.
6.
Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir.
Contoh : Melatih
siswa memilih karir sesuai dengan bakat minat siswa.
7.
Kesadaran hubungan antar tanggung jawab personal,kebiasaan bekerja
yang baik dan kesempatan
karir.
Contoh : Mengajarkan
kepada anak untuk bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan.
8.
Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan
di masyarakat.
Contoh
: Mengajarkan kepada anak bahwa setiap cita-cita atau pekerjan harus
bermanfaat bagi orang lain
9.
Memahami begaimana cara mengambil keputusan dan memilih alternatif
berdasarkan pendidikan dan
tujuan karir.
Contoh
: Mengajarkan kepada anak bagaimana bersikap adil, jujur, dan amanah
10.
Kesadaran hubungan antara peran dalam lingkungan dan karir.
Contoh
: Mengajarkan kepada anak bahwa setiap pekerjaan itu harus bermanfaat
bagi orang lain.
11.
Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki
dan perempuan.
Contoh
: Mengajarkan kepada anak bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda
12.
Kesadaran terhadap proses perencanaan karir.
Contoh : Mengajarkan pentingnya mempersiapkan karier
sejak dini[9]
G.
Program Bimbingan Karier
Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pendidikan Dasar
telah menerbitkan buku “Pedoman Bimbingan dan Konseling Siswa di Sekolah
Dasar”. Dalam buku pedoman itu disebutkan bahwa isi layanan bimbingan
disekolah dasar ada tiga, yaitu :
1. Bimbingan
Pribadi-Sosial,
2. Bimbingan
Belajar, dan
3. Bimbingan
Karir. Jadi jelaslah bahwa secara formal dan legal, program bimbingan karir
harus sudah diberikan sejak usia sekolah dasar. Hal ini sangat sesuai dengan
teori perkembangan karir dari Ginzberg maupun Donald Super.
Lebih
jauh dijelaskan secara terperinci pada buku Pedoman Bimbingan dan Konseling tersebut
mengenai isi bimbingan karir untuk kelas-kelas rendah (1, 2,
dan 3) maupun untuk kelas-kelas tinggu (4, 5, dan 6) sebagai berikut :[10]
1.
Mengenalkan perbedaan antar kawan sebaya
2.
Menggambarkan perkembangan diri siswa
3.
Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan
tuntutan lingkungan
4.
Mengenalkan keterampilan yang dimiliki siswa
5.
Menjelaskan macam-macam pekerjaan yanga ada di lingkungan sekolah
6.
Menggambarkan kegiatan setelah tamat SD
7.
Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa
8.
Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik
9.
Mengenalkan alasan orang memilih suatu pekerjaan dan bahwa pilihan
itu masih dapat berubah.
10.
Menjelaskan bahwa kehidupan msa depan dapat direncanakan dari
sekarang
11.
Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran
12.
Menjelaskan bahwa pekerjaan seseorang itu dipengaruhi oleh minat
dan kecakapanya
Isi bimbingan karir untuk kelas-kelas tinggi (4,5 dan 6) :
1.
Menjelaskan manfaat mencontoh orang-orang yang berhasil
2.
Melatih siswa menggambarkan kehidupan dimasa yang akan datang
3.
Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria
4.
Menjelaskan jenis-jenis keterampilan yang dikaitkan dengan
pekerjaan tertentu
5.
Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia
kira-kira 25 tahun
6.
Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya
7.
Menjelaskan pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan keputusan
8.
Membimbing siswa untuk memperikirakan bahwa meneladani tokoh
panutan dapat memengaruhi karir
9.
Melatih siswa merencanakan pekerjaan yang cocok pada masa dewasa
10.
Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang
terhadap kehidupan anak
11.
Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan
12.
Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan prestasi
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Bimbingan
karier adalah proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan
konseling kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami pertumbuhan,
perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang
rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri
dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya
2. Bimbingan karir
di MI/SD bertujuan untuk menumbuh kembangkan kesadaran dan pemahaman peserta
didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di lingkungan sekitarnya, disamping
mengembangkan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan yang baik dan halal,
juga mengembangkan kebiasaan hidup yang positif.
3. Istilah
kematangan karir untuk siswa sekolah dasar adalah kesadaran karir (career
awareness) karena pada tahap ini anak masih berada pada tingkatan kesadaran
sebagaibentuk kematangan karir pada tahapannya.
4. Kompetensi karir pada, TK : Anak mempelajari tentang aktivitas - aktivitas
kerja ibunya, ayahnya, dan
anggota-anggota rumah tangga
lainnya. Kelas 1 Anak
belajar tentang pekerjaan dalam lingkungan yang dekat-rumah, sekolah,dan tetangganya. Kelas
2 Anak belajar tentang pemberi-pemberi bantuan jasa dalam masyarakat
yang melayaninya dan juga
tentang toko-toko dan usaha-usaha tetangganya yang dikenalnya. Kelas
3 Anak meluaskan studi-studi dalam masyarakat. Penekanannya pada transportasi, komunikasi, dan
industri-industri utama lainnya. Kelas
4 Anak belajar tentang dunia kerja pada tingkat propinsi termasuk
industri-industri utama pada propinsi
itu. Kelas 5 : Studi-studi
anak diperluas sehingga meliputi kehidupan industri nasional. Industri-
industri utama
diberbagai bagian dari Negara dipilihnya. Kelas
6 : Program
anak diperluas sehingga mencakup seluruh bagian dunia.
DAFTAR PUSTAKA
Amin Budiamin dan Setiawiati. Bimbingan Dan Konseling. 2009. Jakarta : Dirjen Pendidikan Islam Depag RI
Ketut, Dewa Sukardi. 1987. Bimbbingan Karier Jakarta : Ghalia Indonesia
L. Herr
& Cramer,1984. Guidance And Counseling Incontemporary Issue.
Nurihsan, Achmad
Juntika. 2011.Bimbingan Dan Konseling.
Bandung:Refika Aditama
Permendikbud RI
No. 111 Tahun 2014 (Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar
dan Menengah)
Salahudin, Anas. 2010. Bimbingan dan Konseling. Bandung :
Pustaka Setia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar