Senin, 19 Desember 2016

Pengertian Bimbingan Karir di SD

PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
      Pada Abad ke-21, setiap peserta didik dihadapkan pada situasi kehidupan yang kompleks, penuh peluang dan tantangan serta ketidakmenentuan. Dalam konstelasi kehidupan tersebut setiap peserta didik memerlukan berbagai kompetensi hidup untuk berkembang secara efektif, produktif, dan bermartabat serta bermaslahat bagi diri sendiri dan lingkungannya.
      Pengembangan kompetensi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan pada satuan pendidikan yang tidak hanya mengandalkan layanan pembelajaran mata pelajaran/bidang studi dan manajemen saja, tetapi juga layanan khusus yang bersifat psiko-edukatif melalui layanan bimbingan dan konseling.
      Pelayanan bimbingan dan konseling perlu diselenggarakan di sekolah dasar (SD) agar pribadi dan segenap potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang secara optimal. Pelayanan bimbingan di SD perlu disesusiakan dengan berbagai kekhususan pendidikan di SD, terutama yang menyangkut karakteristik peserta didik, tujuan pendidikan, dan kemampuan para pelaksananya.
      Salah satu dimensi kehidupan yang harus dicapai adalah penyesuaian karier atau lebih dikenal sebagai pekerjaan. Orang dewasa muda saat ini cenderung memiliki kesulitan dalam proses penyesuaian karier. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami menyusun makalah ini dengan memaparkan kebutuhan dasar yang diperlukan untuk penyesuaian karier di masa mendatang melalui orientasi karierbagi anak usia sekolah dasar.
.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu bimbingan karier.
2.      Apa tujuan bimbingan karier .
3.      Apa saja prinsip bimbingan karier.
4.      Apa tugas-tugas perkembangan anak SD.
5.      Bagaimana strategi dan teknik bimbingan karier anak SD.
6.      Apa Standar kompetensi bimbingan karier anak SD.
7.      Bagaimana Program pelayanan bimbingan karier anak SD.


C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari bimbingan karir
2.      Untuk mengetahui bagaimana tujuan, stategi, teknik dari bimbingan karir.
3.      Supaya kita mengetahui prinsip-prinsip apa saja yang ada didalam bimbingan karir di SD.


4.       
PEMBAHASAN
A.      Pengertin Bimbingan Karier
         Bimbingan karier adalah proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.[1]
         Menurut Dewa Ketut Sukardi bimbingan karier adalah bantuan layanan yang diberikan kepada Individu-Individu untuk memilih, menyiapkan, menyesuaikan dan menetapkan dirinya dalam pekerjaan yang sesuai serta memperoleh kebahagiaan daripadanya. Berkaitan dengan sekolah bimbingan karier dapat dipandang sebagai suatu proses perkembangan yang berkesinambungan yang membantu terutama dalam hal perencanaan karier, pembuatan keputusan, perkembangan keterampilan/keahliah informasi karier, dan pemahaman diri.[2]
B.     Tujuan Bimbingan Karier
Bimbingan karir di MI/SD bertujuan untuk menumbuh kembangkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di lingkungan sekitarnya, disamping mengembangkan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan yang baik dan halal, juga mengembangkan kebiasaan hidup yang positif. Bimbingan karir membantu peserta didik untuk memahami apa yang disukai dan tidak disukai, kecakapan diri, disiplin diri, mengontrol kegiatan sendiri. Program bimbingan karir di MI/SD difokuskan pada kesadaran diri dan kesadaran karir. Layanan bimbingan karir merupakan bagian integral dari keseluruhan program bimbingan di Sekolah. Bimbingan karir erat kaitannya dengan tiga layanan bimbingan lainnya karena kecakapan-kecakapan yang dikembangkan dalam bimbingan pribadi, sosial maupun bimbingan belajar akan mendukung perkembangan karier peserta didik.[3]
Menurut Sunaryo bahwa bimbingan karir di MI/SD diarahkan untuk:
1.      Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaaan di dunia sekitarnya
2.      Mengmebangkan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan yang ada di sekitar
3.      Mengembangkan kebiasaan hidup yang positif
4.      Upaya membantu peserta didik memahami apa yang disukai dan tidak disukainya, kecakapan diri dan disiplin diri serta mengontrol kegiatan sendiri
Hal di atas sejalan dengan pendapat Miller bahwa peranan konselor adalah membantu peserta didik agar memiliki kesadaran diri, meningkatkan keterampilan diri, seperti dalam kerja sama, dan mberikan informasi tentang dunia kerja.
Super Sunaryo menjelaskan berkaitan antara bimbingan karir dengan penyesuaian diri secara keseluruhan. Dengan membantu membebaskan, ketegangan, mengklarifikasi perasaan, memberikan wawasan, membantu memperoleh sukses dan membantu mengembangkan perasaan kompeten dalam suatu wilayah penyesuaian jabatan, memungkinkan individu menguasai aspek kehidupan lain secara tepat.
Dalam Depdikbud secara lebih operasional tujuan layanan bimbingan karir di SD adalah membantu peserta didik agar dapat:
a.         Mengenal macam-macam dan ciri-ciri dari berbagai jenis pekerjaan yang ada
b.        Merencanakan masa depan
c.         Membantu arah pekerjaan
d.        Menyelesaikan keterampilan, kemampuan dan minat dengan jenis pekerjaan
e.         Membantu mencapai cita-cita
Dalam perkembangan karir, semua aspek perkembangan individu baik fisik, psikomotorik, bahasa, kognitif-intelektual, sosial emosi, moral, kemandirian dan religius saling berkaitan. [4]
C.    Prinsip-PrinsipBimbingan Karier
         Dalam menyelenggarakan layanan bimbingan karir, perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini:
1.      Bimbingan karir merupakan suatu proses berkelanjutan dalam hidup seseorang, bimbingan karir merupakan peristiwa yang terpilih satu sama lain. Dengan demikian, bimbingan karir merupakan rangkaian perjalanan hidup seseorang yang terkait dengan seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan yang dijalaninya.
2.      Bimbingan karir diperuntukkan bagi semua individu tanpa terkecuali. Namun dalam prakteknya perioritas layanan dapat diberikan terutama bagi mereka yang sangat memerlukan pelayanan. Skala perioritas diberikan dengan mempertimbangkan berat ringannya masalah dan penting masalah untuk segera dipertimbangkan.
3.      Bimbingan karir merupakan bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang dalam proses perkembangan. Dengan demikian, ciri-ciri perkembangan pada fase tertentu hendaknya menjadi dasar pertimbangan dalam setiap kegiatan bimbingan karir.
4.      Bimbingan karir berdasarkan pada kemampuan individu untuk menentukan pilihannya. Setiap individu memiliki hak untuk menentukan pilihan dan mrngambil keputusan, tetapi harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari pilihan/keputusan itu. Ini berarti bahwa bimbingan karir tidak sekedar memperhatikan hak individu untuk mengembangkan cara-cara pemenuhan pilihan atau putusan secara bertanggung jawab. 
5.      Pilihan dan penyesuaian karir dimulai dengan pengetahuan tentang diri. Halini mengandung arti bahwa individu perlu memahami terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam dirinya, seperti bakat,minat, nilai-nilai,kebutuhan, hasil kerja prestasi belajar dan kepribadiannya.
6.      Bimbingan karir membantu individu untuk memahami duniakerja dan sejumlah pekerjaan yang ada dimasyarakat serta berbagai sisi kehidupannya.[5]

D.    Tugas-Tugas Perkembangan Anak SD
         Siswa SD adalah mereka yang berusia sekitar 7-13 tahun yang sedang menjalani tahap perkembangan masa anak-anak dan memasuki masa remaja awal. Tugas-tugas perkembangan yang hendak dicapai oleh siswa SD adalah :

1.      Menanamkan serta mengembangkan kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Mengembangkan keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung.
3.      Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan sehari-hari
4.      Belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya
5.      Belajar menjadi pribadi yang mandiri
6.      Mempelajari keterampilan fisik sederhana yang diperlukan, baik untuk permaianan maupun kehidupan.
7.      Mengembangkan kata hati, moral, dan nilai-nilai sebagai pedoman perilaku
8.      Membina hidup sehat untuk diri sendiri dan lingkungan
9.      Belajar menjalankan peranan sosial  sesuai dengan jenis kelaminya
10.  Mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga sosial
11.  Mengembangkan pemahaman dan sikap awal untuk perencanaan masa depan
Pelayanan bimbingan dan konseling di SD mengacu pada perkembangan siswa SD yang tengah beradaptasi dengan lingkungan yang lebih luas dan belajar bersosialisasi dengan mengenal berbagai aturan, nilai, dan norma. 
Materi bimbingan dan konseling  di SD salah satunya yaitu bidang bimbingan karir. Dalam bidang bimbingan karir, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD mengenali dan mulai mengarahkan diri untuk karier masa depan.[6]
E.     Staregi dan Teknik Bimbingan Karier
         Bimbingan karir di SD dapat dilaksanakan menggunakan Strategi dan Teknik sebagai berikut :
1.      Terpadu dalam dalam kegiatan pembelajaran
Melalui staretgi terpadu ini guru dapat mengaitkan materi pembelajaran sesuai kurikulum dengan materi bimbingan karier. Seperti pada materi pembelajaran Indonesia kelas III ada pelajaran alat transportasi. Dengan menjelaskan cara membuat kalimat dari alat transportasi yang ada didarat, udara, dan laut, guru dapat dengan metode tanya jawab menanyakan tentang suatu nama pekerjaan orang yang mengemudikan transportasi tersebut. Seperti pilot untuk kapal terbang, masinis Masinis untuk kereta api,
2.      Paket Bimbingan Karier
Balitbang Dikbud telah menerbitkan empat bahan buku paket bimbingan karier, yaitu :
a)      Paket I Pemahaman Diri, terdiri dari sub topic
b)       Paket II Pemahaman Lingkungan
c)       Paket III Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan
d)      Paket IV Perencanaan Masa Depan

3.    Bacaan
4.      Narasumber
5.      Pengamatan atau observasi
6.      Cerita
7.      Teknik Genogram
8.      Permainan Terpadu[7]

F.     Standar Kompetensi Bimbingan Karier Anak SD
         Norris menyarankan sekuensi bimbingan karir di sekolah-sekolah dasar,khususnya yang berkenaan dengan informasi okupasional :
1.      Taman Kanak-kanakAnak mempelajari tentang aktivitas-aktivitas kerja ibunya,ayahnya,dan anggota-anggota rumah tangga lainnya.
2.      Kelas 1 Anak belajar tentang pekerjaan dalam lingkungan yang dekat-rumah, sekolah,dan tetangganya.
3.      Kelas 2 Anak belajar tentang pemberi-pemberi bantuan jasa dalam masyarakat yang melayaninya dan juga tentang toko-toko dan usaha-usaha tetangganya yang dikenalnya.
4.      Kelas 3 Anak meluaskan studi-studi dalam masyarakat. Penekanannya pada transportasi, komunikasi, dan industri-industri utama lainnya.
5.      Kelas 4 Anak belajar tentang dunia kerja pada tingkat propinsi termasuk industri-industri utama pada propinsi itu.
6.      Kelas 5 : Studi-studi anak diperluas sehingga meliputi kehidupan industri nasional. Industri- industri utama diberbagai bagian dari Negara dipilihnya.
7.      Kelas 6 : Program anak diperluas sehingga mencakup seluruh bagian dunia.[8]
         Istilah kematangan karir untuk siswa sekolah dasar adalah kesadaran karir (career awareness) karena pada tahap ini anak masih berada pada tingkatan kesadaran sebagai bentuk kematangan karir pada tahapannya. Terdapat beberapa kompetensi karir bagi siswa sekolah dasar antara lain :
1.      Pentingnya pengetahuan konsep diri yang positif tentang perkembangan karir.
Contohnya : Mengajarkan anak SD tentang menjaga kesehatan,seperti bangun pagi dan menggosok gigi sebelum tidur.
2.      Keterampilan berinteraksi dengan orang lain.
Contoh : Mengajarkan anak untuk berinteraksi dengan orang lain dengan bekerja secara berkelompok.
3.      Kesadaran pentingnya perkembangan emosi dan fisik pembuatan keputusan karir.
Contoh : Mengajarkan anak untuk tidak berkelahi dan mengajarkan bertingkah laku yang baik
4.      Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir.
Contoh Mengajarkan anak untuk belajar dengan baik demi mencapai cita-cita atau masa depan anak dengan baik.
5.      Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar.
Contoh : Mengajarkan kepada anak bahwa setiap keinginan atau belajar dengan baik pasti akan mendapatkan pekerjaan yang baik pula.
6.      Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir.
Contoh  : Melatih siswa memilih karir sesuai dengan bakat minat siswa.
7.      Kesadaran hubungan antar tanggung jawab personal,kebiasaan bekerja yang baik dan kesempatan karir.
Contoh  : Mengajarkan kepada anak untuk bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan.
8.      Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di masyarakat.
Contoh  : Mengajarkan kepada anak bahwa setiap cita-cita atau pekerjan harus bermanfaat bagi orang lain
9.      Memahami begaimana cara mengambil keputusan dan memilih alternatif berdasarkan pendidikan dan tujuan karir.
Contoh  : Mengajarkan kepada anak bagaimana bersikap adil, jujur, dan amanah
10.  Kesadaran hubungan antara peran dalam lingkungan dan karir.
Contoh  : Mengajarkan kepada anak bahwa setiap pekerjaan itu harus bermanfaat bagi orang lain.
11.  Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki dan perempuan.
Contoh  : Mengajarkan kepada anak bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda
12.  Kesadaran terhadap proses perencanaan karir.
Contoh : Mengajarkan pentingnya mempersiapkan karier sejak dini[9]




G.      Program Bimbingan Karier
Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pendidikan Dasar telah menerbitkan buku “Pedoman Bimbingan dan Konseling Siswa di Sekolah Dasar”. Dalam buku pedoman itu disebutkan bahwa isi layanan bimbingan disekolah dasar ada tiga, yaitu :
1.      Bimbingan Pribadi-Sosial,
2.      Bimbingan Belajar, dan
3.      Bimbingan Karir. Jadi jelaslah bahwa secara formal dan legal, program bimbingan karir harus sudah diberikan sejak usia sekolah dasar. Hal ini sangat sesuai dengan teori perkembangan karir dari Ginzberg maupun Donald Super.

Lebih jauh dijelaskan secara terperinci pada buku Pedoman Bimbingan dan Konseling tersebut mengenai isi bimbingan karir untuk kelas-kelas rendah (1, 2, dan 3) maupun untuk kelas-kelas tinggu (4, 5, dan 6) sebagai berikut :[10]
1.      Mengenalkan perbedaan antar kawan sebaya
2.      Menggambarkan perkembangan diri siswa
3.      Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan tuntutan lingkungan
4.      Mengenalkan keterampilan yang dimiliki siswa
5.      Menjelaskan macam-macam pekerjaan yanga ada di lingkungan sekolah
6.      Menggambarkan kegiatan setelah tamat SD
7.      Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa
8.      Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik
9.      Mengenalkan alasan orang memilih suatu pekerjaan dan bahwa pilihan itu masih dapat berubah.
10.  Menjelaskan bahwa kehidupan msa depan dapat direncanakan dari sekarang
11.  Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran
12.  Menjelaskan bahwa pekerjaan seseorang itu dipengaruhi oleh minat dan kecakapanya
Isi bimbingan karir untuk kelas-kelas tinggi (4,5 dan 6) :
1.    Menjelaskan manfaat mencontoh orang-orang  yang berhasil
2.      Melatih siswa menggambarkan kehidupan dimasa yang akan datang
3.      Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria
4.      Menjelaskan jenis-jenis keterampilan yang dikaitkan dengan pekerjaan tertentu
5.      Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia kira-kira 25 tahun
6.      Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya
7.      Menjelaskan pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan keputusan
8.      Membimbing siswa untuk memperikirakan bahwa meneladani tokoh panutan dapat memengaruhi karir
9.      Melatih siswa merencanakan pekerjaan yang cocok pada masa dewasa
10.  Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang terhadap kehidupan anak
11.  Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan
12.  Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan prestasi
13.  Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar.[11]



PENUTUP

KESIMPULAN

1.      Bimbingan karier adalah proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya
2.      Bimbingan karir di MI/SD bertujuan untuk menumbuh kembangkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di lingkungan sekitarnya, disamping mengembangkan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan yang baik dan halal, juga mengembangkan kebiasaan hidup yang positif.
3.      Istilah kematangan karir untuk siswa sekolah dasar adalah kesadaran karir (career awareness) karena pada tahap ini anak masih berada pada tingkatan kesadaran sebagaibentuk kematangan karir pada tahapannya.
4.      Kompetensi karir pada, TK : Anak mempelajari tentang aktivitas - aktivitas kerja ibunya, ayahnya, dan anggota-anggota rumah tangga lainnya. Kelas 1 Anak belajar tentang pekerjaan dalam lingkungan yang dekat-rumah, sekolah,dan tetangganya. Kelas 2 Anak belajar tentang pemberi-pemberi bantuan jasa dalam masyarakat yang melayaninya dan juga tentang toko-toko dan usaha-usaha tetangganya yang dikenalnya. Kelas 3 Anak meluaskan studi-studi dalam masyarakat. Penekanannya pada transportasi, komunikasi, dan industri-industri utama lainnya. Kelas 4 Anak belajar tentang dunia kerja pada tingkat propinsi termasuk industri-industri utama pada propinsi itu. Kelas 5 : Studi-studi anak diperluas sehingga meliputi kehidupan industri nasional. Industri- industri utama diberbagai bagian dari Negara dipilihnya. Kelas 6 : Program anak diperluas sehingga mencakup seluruh bagian dunia.




DAFTAR PUSTAKA

Amin Budiamin dan Setiawiati. Bimbingan Dan Konseling. 2009. Jakarta : Dirjen Pendidikan Islam Depag RI
Ketut, Dewa Sukardi. 1987. Bimbbingan Karier Jakarta : Ghalia Indonesia
L. Herr & Cramer,1984. Guidance And Counseling Incontemporary Issue.
Nurihsan, Achmad Juntika. 2011.Bimbingan Dan Konseling. Bandung:Refika Aditama
Permendikbud RI No. 111 Tahun 2014 (Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Menengah)
Salahudin, Anas. 2010.  Bimbingan dan Konseling. Bandung : Pustaka Setia





[1] Permendikbud RI No. 111 Tahun 2014 (Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Menengah)
[2]Dewa Ketut Sukardi, Bimbbingan Karier.( Jakarta : Ghalia Indonesia, 1987). Hal : 22
[3]Amin Budiamin dan Setiawiati. Bimbingan Dan Konseling. (Jakarta : Dirjen Pendidikan Islam Depag RI, 2009). Hal : 142
[4]Ibid. Hal : 142-143
[5]Ibid. Hal : 144
[6]Achmad Juntika Nurihsan. Bimbingan Dan Konseling. (Bandung:Refika Aditama 2011), Hal.51-52
[7] Amin Budiamin dan Setiawiati. Bimbingan Dan Konseling. HaL : 152-154
[8] Herr & Cramer, Guidance And Counseling Incontemporary Issue.1984.  Hal: 223
[9] Ibid hal. 224
[10] Anas Salahudin, Bimbingan dan Konseling. (Bandung : Pustaka Setia, 2010). Hal : 122
[11] Ibid Hal : 122

Tidak ada komentar:

Posting Komentar