Senin, 05 Desember 2016

Dialog Pengkonselingan Menggunakan Modeling Konseling

Klien                           : Assalamualaikum wr.wb.
Konselor                      : Wa’alaikum salam wr.wb,
                                     Silahkan masuk. Oh Firda
                                     Silahkan duduk nak.
                                    Bagaimana kabarnya hari ini, udah lama ibu gak lihat firda di pramuka lagi. Sekarang firda udah kelas berapa ini.
Klien                                       : Alhamdulillah baik buk,
                                     Iya, sekarang saya ada kegiatan diluar makanya saya sedikit mengurangi aktifitas saya dipramuka buk. Sekarang sudah kelas XI IPA 2.
                                     Maaf sebelumnya buk,  Boleh saya minta waktu ibuk sebentar.
Konselor                      : Oh tentu saja boleh.
                                     Firda ada masalah ya? sampai-sampai muka firda sedikit murung.
Klien                                       : Hmhm begitu lah buk, makanya saya mau meminta pertolongan ibuk       sebagai guru konselor saya disekolah ini.
Konselor                      : Baiklah kalau seperti itu, tapi bolehkah ibuk bertanya masalah apa yang kira-kira apa yang membuat firda datang ketempat ibuk.
Klien                                       : Begini buk, saya datang kesini ingin bercerita kepada ibuk tentang masalah saya, soalnya saya tidak tahu dengan siapa lagi saya harus bercerita, karena permasalahan yang saya punya tentang teman sekelas saya buk. Jadi saya merasa segan untuk menceritakan kepada teman-teman saya lainnya, dan saya juga takut mereka salah paham sama pandangan saya, jadi saya pikir lebih baik saya jumpai ibuk sebagai konselor disekolah ini untuk menceritakan permasalahan saya. Maukah ibuk mendengarkan permasalahan saya?
Konselor                      : Oh tentu ibuk mau, sebab itu adalah tugas ibuk, dan ibuk merasa senang karena firda sudah mempercayai ibuk untuk menceritakan permasalahan yang firda punya, tapi sebelum kita melakukan pengkonselingan alangkah baiknya ibuk kembali memperkenalkan nama ibuk kepada firda dan firda juga memperkenalkan kembali sama ibuk nama lengkapnya supaya kita lebih dekat melakukan pengkonselingannya dan lebih enak berceritanya, bolehkan Firda?
Klien                           : Oh iya buk boleh, dan saya juga berharap juga begitu kita lebih dekat  supaya saya lebih luasa untuk mengungkapkan masalah saya dengan ibuk.
Konselor                      : Baiklah kalau seperti itu, perkenalkan nama saya Fitriana, kebetulan disini saya adalah seorang konselor yang akan membimbing dalam pengkonselingan kali ini, dan sebelum kita melakukan pengkonselingan lebih lanjut, kira-kira boleh Anda memperkenalkan namanya siapa ?
Klien                                       : Boleh, nama saya Firda Nur Hasanah, Siswa kelas XI IPA 2, sekarang saya aktif di salah satu kegiatan ekstrakuler sekolah yaitu pramuka.
Konselor                      : Oh Firda, nama yang bagus dan cantik seperti orangnya, oya sebelumnya saya mau tanya dengan Firda. Apakah sebelumnya firda sudah pernah melakukan pengkonselingan ?
Klien                                       : Sebelumnya saya belum pernah melakukan pengkonseling. Saya hanya  dengar teman saya kalau dia pernah melakukan pengkonselingan dengan ibuk sebagai konselor disekolah ini.
Konselor                      : Baikalah kalau firda belum pernah melakukannya, berarti ibuk akan menjelaskan apa itu pengkonselingan, tapi sebelum itu kira-kira berapa lama waktu yang firda punya dalam pengkonselingan ini supaya kita sama-sama tidak diburu oleh waktu.
Klien                                       : oya begitu ya buk, hari kebetulan guru kami gak masuk satu les pelajaran jadi saya punya waktu luang sekitar 20 menit untuk melakukan pengkonselingan ini buk.
Konselor                      : Ok, kalau firda hanya mempunyai waktu 20 menit tidak masalah.
Baiklah, tadi firda mengatakan bahwa firda belum pernah melakukan yang namanya pengkonselingan. Bolehkah ibuk menjelaskan terlebih dahulu apa itu pengkonselingan sebelum firda menceritakan permasalahan yang firda punya.
Klien                                       : Boleh buk ,silahkan.
Konselor                      : Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada seorang konseli,dan didalam pengkonselingan harus ada yang namanya melakukan pertemuan tatap muka  antara konselor dan konseli, yang kita lakukan seperti ini, yang tujuannya nanti akan memberikan gambaran solusi dari permasalahan yang firda hadapi. Dan didalam pengkonselingan ada asas yang kami gunakan seperti asas kerahasian, jadi firda jangan takut untuk menceritakan apa pun permasalahan yang membuat pemikiran firda terganggu. semua yang firda ceritakan kepada saya tidak akan saya ceritakan kepada orang lain karena itu sudah menjadi sumpah kami sebagai seorang konselor akan menjaga aib klien kami,dan selain itu disini firda dan saya juga harus saling terbuka terhadap permasalah yang firda punya, karena kalau tidak adanya keterbukaan permasalah proses pengkonselingan yang akan kita lakukan akan sia-sia. Bagaimana firda sudah mengerti sampai disini, boleh saya melanjutkan kembali ?
Klien                                       : Boleh, silahkan buk.
Konselor                      :Ok dan asas terakhir yang harus kami jalan kan adalah asas kesukarelaan, disini firda jangan merasa ada keterpaksaan dalam menceritakan permasalahan yang adik punya,ceritakan apa pun itu, karena saya akan sukarela mendengarkan apa pun ceritakan dan permasalahan yang firda punya. Bagaimana kira-kira sudah mengerti bagaiamana proses pengkonselingan yang akan kita lakukan.
Klien                                       : Iya, saya sudah mengerti buk.
Konselor                      : Ok, kalau firda sudah mulai mengerti, kira-kira firda bisa menceritakan kepada ibuk lebih dalam permasalahan yang firda punya.
Klien                                       : Begini, dikelas saya mempunyai teman lebih kurang 30 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan, tetapi yang lebih dominan itu perempuan, dikelas juga saya juga sebagai perangkat, saya berharap saya dan teman sekelas saya bisa untuk diajak bekerja sama dengan saya untuk bisa membuat kelas itu jadi lebih aktif lagi, tapi kenyataan sulit rasanya untuk berbuat hal yang seperti itu, ketika saya suruh untuk melakukan suatu kegiatan dalam kelas bisa dihitung berapa orang yang datang . saya gak tahu apa salah saya sampai segitunya mereka gak mau mendengarkan saya dan saya seperti tidak dianggap.
Konselor          : Oh, terus.
Klien                                       : Jadi saya merasa jegkel banget sama mereka, rasanya saya mau cepat-cepat keluar dari kelas tersebut dan turun dari jabatan saya, dan yang saya kesalkan dari mereka. Mereka itu sanggup menceritakan saya dibelakang mereka.
                                    Saya heran terkadang dengan mereka didepan saya berkata  manis-manis banget, selalu seolah mendukung hal yang saya buat. Dan pernah saya buat suatu kegiatan dan saya mewajibkan semuanya datang dan ibuk tahu respon mereka itu gak enak kali sama saya, muka mereka itu seolah menunjukkan kalau mereka itu gak suka dengan hal yang saya buat.
                                    Saya habis kata-kata untuk mereka dan habis ide untuk membuat mereka bisa berubah. Padahal kan buk menurut saya kegiatan yang saya buat itu hal yang baik dan saya juga terkadang memaklumi alasan-alasan mereka untuk tidak hadir dalam kegiatan tersebut. 

Konselor                      : Ehmmm…ibuk dapat memahami perasaan firda saat ini bagaimana rasa sakitnya menjadi perangkat yang gak direspon sama anggotanya.
                                    Saya kira, rasa sedih yang adik punya begitu dalam terhadap keadaan ini. Dapatkah firda kemukakan perasaan firda lebih jauh lagi dengan ibuk?
Klien                                       : Saya tidak tahu harus berbuat apa, rasanya saya ingin membuat mereka itu sadar kalau saya tidak suka mereka bersikap begitu dan kalau menurut saya kalau mereka tidak suka dengan sistem yang saya buat mereka bisa menggantikan saya dan bilang dengan saya kalau mereka tidak suka sama saya. Biar saya tahu dan sadar kalau yang saya buat itu salah dan gak perlu saya capek-capek untuk berpikir kegiatan apa yang harus saya buat untuk kegiatan kelas saya buk. Dan ibu tahu yang paling membuat saya sedih adalah ketika saya menekan dan mewajibkan mereka harus ikut dan gak dibolehkan pulang dulu, mereka itu diam dan seolah saya yang menerangkan kegiatan kelas dengan mereka itu gak direspon sama sekali dan malah keesokan harinya saya gak dikawan sama satu kelas, dan ketika saya ajak mereka bicara mereka hanya merespon singkat-singkat saja. Saya tahu masalahnya mereka itu marah dengan sikap yang saya buat, tapi itu kembali lagi ingin membuat mereka biar gak Cuma sekolah langsung pulang setidaknya ada kegiatan yang mendukung dalam belajar mereka untuk bisa menambah wawasan mereka ketika belajar. Toh kegiatan yang saya buat juga bukan hanya untuk main-main tanpa ada hasilnya.
Dan disaat mereka tidak merespon saya dan tidak mau mengkawani saya disitu saya hanya bisa menarik nafas dan hanya bisa sabar dengan sikap mereka kepada saya, disitu rasanya saya ingin menagis Cuma saya malu dan dianggap lemah dengan sikap yang mereka buat. Saya ingin mereka tahu kalau saya tidak akan goyah untuk terus meminta mereka untuk ikuti kegiatan kelas.
Konselor                      : Nampaknya dari yang firda katakana bahwa firda sangat berharap mereka bisa mengubah sikap dan mengikuti kegiatan kelas yang firda buat.
Klien                                       : Iya, saya sangat berharap dengan hal tersebut buk, soalnya saya udah lama dengan mereka dan mereka juga harus berpikir kalau sekolah hanya duduk dan langsung pulang tanpa ditunjang dengan kegiatan lain yang mendukung pembelajaran untuk. Tapi hal itupun selalu salah dimata mereka. Saya sudah gak tahan lagi dengan sikap yang mereka berikan kepada saya buk. Saya sudah merasa kalau saya itu sudah baik untuk mereka sudah mau buat kegiatan itu.
Konselor                      : Apakah firda sudah pernah untuk berbicara baik-baik kepada mereka terhadap permasalahan yang firda  punya.
Klien                                       : Belum buk
Saya pikir lebih baik saya diam dan mencoba untuk menghentikan kegiatan itu saja dari pada saya terus-terusan sakit hati karena sikap yang mereka berikan kepada saya.
Konselor                      : Jadi, hanya karena teman-teman yang membuat firda gak nyaman terus firda mau menghentikan kegiatan yang susah payah firda bangun.
Klien                                       : sepertinya seperti itu buk.
Konselor                      : kita sebagai seorang manusia, pasti mempunyai cobaan dan menurut saya membangun sesuatu dari awal itu memang tidak semudah kita membalikkan telapak tangan. Ibarat kata pepatah semakin tinggi pohon tersebut maka semakin kencang pula angina akan meniupnya. Kalau firda berpikir mereka itu gak mau merespon sikap firda mungkin mereka belum terlalu berpikir manfaat yang besar untuk kegiatan tersebut. Terkadang mungkin mereka berpikir belajar disekolah itu rasanya sudah cukup tanpa harus ikut kegiatan kelas segala. Dan saya rasa pasti ada yang akan merasakan manfaatnya kalau firda sabar dan terus berjuang untuk membangun kegiatan. Paham apa yang ibuk katakana pada firda.
Klien                                       : Iya betul kata ibuk, tapi saya masih bingung dengan mereka.
Konselor                      : kira-kira bisakah adik ceritakan kepada saya, perasaan bingung apa yang firda maksud ?
Konseli                        : saya masih bingung, kenapa mereka masih belum mengerti apa manfaat dari kegiatan yang saya buat itu.
Konselor                      : selama ini pernahkah firda mengatakan kepada mereka kalau kegiatan yang firda buat semata-mata hanya ingin membuat mereka lebih aktif dalam belajar. Dan kalau misalkan mereka masih menganggap kalau kegiatan itu belum berguna mungkin kemabli lagi belum ada kesadaran mereka terhadap hal tersebut dan mungkin firda terlalu menekan mereka harus bisa megikuti kegiatan tersebut. Padahal mereka mungkin tidak mau mengikutinya. Kan kita tidak tahu. Jadi terkadang ada tipe orang yang bisa ditekan da nada tipe orang yang gak suka diperintah, jadi firda harus paham betul dengan kerakter teman-teman firda, dan mungkin juga ada hal yang firda gak tahu tapi membuat mereka gak suka dengan sikap yang firda buat dengan mereka. Coba pahami dulu mereka biar mereka juga bisa memahami keinginan firda.
Konseli                        : Ehmhm iya juga ya buk, berarti selama ini saya pun salah juga, saya terlalu memaksakan keinginan saya tanpa  saya tahu apa keinginan mereka, berarti intinya saja juga harus paham dengan tipe-tipe teman-teman saya biar sejalan antara yang saya mau dan keinginan mereka juga.
Konselor                      :ya sudah kalau begitu, jangan terlalu menyesali yang sudah berlalu, tapi jadikan masa lalu untuk gambaran dimasa depan, bagaimana?
Konseli                        : iya buk, betul kata ibuk.
Konselor                      : Ok, waktu proses pengkonselingan ini juga mau berakhir,  kira-kira rencana apa yang akan kakak lakukan selanjutnya.
Klien                                       : Saya kira saya akan coba lebih sabar dan bertahap untuk memahamkan kepada mereka betapa pentingnya kegiatan kelas yang saya buat dan bisa menunjang wawasan mereka dalam belajar kemudian saya akan berusaha untuk tidak akan melakukan penekanan kepada mereka lagi untuk  menjalankan kegiatan tersebut dan harus sesuai dengan keinginan mereka juga.
Konselor                      : Itu tindakan yang bagus, jangan pernah menyerah untuk mencoba apa yang terbaik untuk teman-teman firda, sebab semua permasalahan pasti akan punya jalan keluar.
Klien                                       : Iya buk, saya akan terus untuk mencoba supaya mereka mengerti dengan apa yang sebenarnya saya inginkan dari mereka.
Konselor                      : Iya sama-sama, ibuk merasa firda sudah mengalami beberapa kemajuan yang berarti, oleh karena itu saya berharap untuk kedepannya terus semangat jangan pernah menyerah, karena setiap cobaan pasti akan ada jalan keluar. Mengerti.
Klien                                       : Iya buk, terima kasih sekali lagi buk, saya permisi pulang duluan ya buk.
                                    Assalamualaikum wr.wb.
Konselor                      : Wa’alaikum salam wr.wb.










Analisis  Pengkonselingan

         Dari pengkonselingan yang dilakukan itu termasuk kedalam Konseling Ego, sebab Ego  adalah segala sesuatu yang tergantung pada straight ego. Dan dari pengkonselingan diatas bahwa firda yang merupakan siswa kelas XI IPA 2 dan salah satu perangkat kelas terlalu memaksanakan keinginannya tanpa harus meminta dan mengetahui keinginan dari teman-teman lainnya.
         Dan dari pengkonselingan tersebut menyatakan bahwa firda itu adalah anak yang egois dimana segala sesuatu yang diinginkannya harus dituruti oleh orang lain, selain itu dia menganggap bahwa kalau kegiatannya itu sangat bermanfaat dan menambah wawasan  bagi teman-teman sekelasnya. Dia Cuma selalu berpikir bagaimana membuat teman-temannya itu lebih aktif lagi dikelas, tanpa harus berpikir mereka mau atau tidak, sehingga menjadikan hal tersebut menjadi kebencian dari teman-temannya sampai-sampai teman-temannya tidak mau mengkawaninya serta merespon kegiatan yang dia buat. Kemudian dari pengkonselingan diatas juga dapat dianalisis bahwa dia akan memperbolehkan segala cara supaya apa yang diinginkannya itu tercapai dan terlaksana, dan dia malah mengorbankan kawan-kawannya yang teman-temannya kemungkinnan menganngap kegiatan itu tidak penting dan membuang waktu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar